ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Muara Teweh Keluhkan Naiknya Harga Beras

Jumat, 27 Februari 2015 | 16:12 WIB
BU
B
Penulis: Barthel B Usin | Editor: B1
Ilustrasi beras Bulog
Ilustrasi beras Bulog (Antara/Rudi Mulya)

Muara Teweh – Harga beras di pedalaman Kalimatan Tengah (Kalteng) mengalami kenaikan cukup signifikan. Kondisi itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat. Seperti di kota Muara Teweh, Ibu Kota Kabupaten Barito Utara (Barut), sebuah kota penyangga bahan kebutuhan bagi masyarakat di pedalaman daerah aliran sungai (DAS) Barito.

"Naiknya harga beras cukup melambung, dan tidak ada tanggapan dari pemerintah utuk segera melakukan kegiatan operasi pasar," kata Saleh (52), warga kota Muara Teweh, Jumat (27/2).

Kepala Sub Divre Bulog Muara Teweh, Joko Prasetyo Afrizal, ketika dikonfirmasi, mengatakan, pihaknya selalu siap menggelar operasi pasar, guna menekan tingginya harga beras.

"Sekarang sudah otonomi daerah, dalam aturannya, kami siap gelar operasi pasar jika ada permintaan dari pemerintah daerah," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pihaknya tambah Joko, selalu berkoordinasi dan bersinergi. Apalagi, kini Bulog Muara Teweh memiliki stok sedikitnya 487,6 ton dan 275 ton di gudang Bulog Beriwit (Puruk Cahu, Murung Raya).

Joko menegaskan, stok beras Bulog Muara Teweh dalam kondisi aman sampai enam bulan ke depan. Baik untuk cadangan dan juga untuk ketersediaan beras raskin.

"Sampai sekarang tidak ada gejolak terkait kenaikan harga beras. Tapi operasi pasar sangat perlu. Hanya saja kita masih menunggu instruksi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Berbeda dengan dulu sebelum otonomi, Bulog bisa langsung menggelar operasi pasar," terangnya.

Harga beras di Kota Muara Teweh mengalami kenaikan sejak dua minggu lalu. Kenaikan beragam, ada yang naik Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Barito Utara, Hajranoor, mengaku, belum ada rencana untuk menggelar operasi pasar.

Yang sudah dilakukan adalah, terus melakukan pemantauan di sejumlah pasar. Pihaknya masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Operasi pasar murah biasanya kami lakukan terjadual, menjelang dan mendekati hari besar keagamaan saja. Itu yang dianggarkan," timpal Hajran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Satgas Pangan Temukan Penyebab Harga Beras Melonjak di Sidoarjo

Satgas Pangan Temukan Penyebab Harga Beras Melonjak di Sidoarjo

JAWA TIMUR
Demi Beras Gratis 20 Kg, Ratusan Warga Tangsel Rela Antre Berjam-jam

Demi Beras Gratis 20 Kg, Ratusan Warga Tangsel Rela Antre Berjam-jam

BANTEN
Wawali Palu Sidak Pasar, Harga Beras Naik Rp 2.000 Per Kilogram

Wawali Palu Sidak Pasar, Harga Beras Naik Rp 2.000 Per Kilogram

NUSANTARA
Harga Beras Premium Naik, Pedagang Menjerit Omzet Anjlok 30 Persen

Harga Beras Premium Naik, Pedagang Menjerit Omzet Anjlok 30 Persen

JAWA BARAT
Beda 180 Derajat, Jepang Kekurangan Beras, Korea Selatan Kebanjiran

Beda 180 Derajat, Jepang Kekurangan Beras, Korea Selatan Kebanjiran

INTERNASIONAL
Heboh Beras Oplosan, Warga Cipondoh Justru Keluhkan Harga Naik

Heboh Beras Oplosan, Warga Cipondoh Justru Keluhkan Harga Naik

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon