ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Telkom Catat Kinerja Positif di 2023 dengan Pendapatan Konsolidasi Rp 149,2 Triliun

Senin, 25 Maret 2024 | 14:37 WIB
YM
YM
Penulis: Yurike Metriani | Editor: YM
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.
Telkom Landmark Tower di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. (Telkom/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatat kinerja keuangan yang positif  sepanjang tahun 2023. Perseroan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp 149,2 triliun atau  tumbuh sebesar 1,3% dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi,  dan amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin pada 52,0%.  Sementara itu, laba bersih perseroan tumbuh dua digit sebesar 18,3% YoY menjadi Rp 24,6 triliun pada  akhir tahun 2023. Pencapaian positif ini dikontribusi oleh pertumbuhan bisnis Data, Internet & IT Service yang tumbuh 6,5%  YoY menjadi Rp 87,4 triliun. Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan  pendapatan yang cukup memuaskan pada 2,7% YoY dan 7,0% YoY. 

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah mengatakan, dengan fokus pada transformasi dan  implementasi strategi utama 5 Bold Moves, Telkom tetap mampu mencatat kinerja positif  baik keuangan maupun operasional. 

"Tentunya hal ini tidak mudah, di tengah tantangan yang ada seperti  persaingan bisnis, jangkauan infrastruktur, regulasi, hingga kebutuhan akan partnership dan investasi.  Namun apa yang Telkom raih saat ini, menunjukkan sinyal positif dan mendorong kami untuk terus  melanjutkan transformasi,” ujar Ririek. 

ADVERTISEMENT

Pada segmen Mobile dan Consumer, Telkomsel selaku anak usaha Telkom mencatatkan kinerja positif  mencapai Rp 102,4 triliun. Pencapaian tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan Digital Business tahun  sebelumnya 81,9%. Telkomsel terus fokus pada peningkatan market share dengan jumlah pelanggan mobile mencapai 159,3 juta dan pelanggan IndiHome residensial (B2C) 8,7 juta pada akhir 2023.  

Implementasi Fixed Mobile Covergence yang ditandai dengan penggabungan usaha IndiHome ke  Telkomsel mulai menunjukkan sinyal positif. Telkomsel kian fokus pada produktivitas market share melalui pendekatan yang berprioritas pada pelanggan dengan mengoptimalkan prinsip Customer Value Management (CVM). Efisiensi baik dari belanja modal maupun belanja operasional pun mulai dijalankan  dan diproyeksikan dapat memperlihatkan hasil yang baik sebagaimana yang direncanakan oleh perseroan.  Diharapkan seiring proses dan waktu yang terus berjalan, potensi peningkatan revenue dari sinergi  keduanya dapat menunjukkan hasil yang baik. 

Pada segmen Enterprise, perseroan membukukan pendapatan Rp 18,2 triliun yang dikontribusi dari solusi  B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity. Telkom terus memperkuat kapabilitas di  bisnis cloud melalui kerja sama strategis dengan pemain teknologi global, di samping terus meningkatkan  kualitas dalam memberikan solusi digital kepada pelanggan. Segmen Enterprise juga meluncurkan Indibiz  yang menyasar UKM dengan berbagai solusi yang tersedia, seperti Indibiz Ruko, Indibiz Finance, Indibiz  Education, dan Indibiz Hotel. Selain UKM, Telkom juga fokus menggarap potensi bisnis yang ada di  pemerintahan, BUMN, dan korporasi swasta yang dijalankan oleh tujuh Telkom Regional dan unit bisnis. 

Selanjutnya, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp 16,9 triliun atau tumbuh  9,6% YoY dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis  infrastruktur digital. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan Telin selaku anak usaha Telkom yang bergerak  di bisnis telekomunikasi internasional. Pada bisnis data center, TelkomGroup memiliki dan mengelola  32 data center yang tersebar di empat negara (Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan Timor Leste) dengan  rata-rata utilisasi hingga 70%. Mayoritas data center tersebut memiliki klasifikasi tier 3 dan 4 dengan total  kapasitas hingga 42 MW. Sepanjang 2023, bisnis data center dan cloud perseroan membukukan  pendapatan Rp1,9 triliun atau tumbuh 14,8% YoY.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel menutup tahun 2023 dengan kinerja cemerlang dan  pertumbuhan double digit pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih. Mitratel mencatat pendapatan  Rp 8,6 triliun atau tumbuh 11,2% YoY, didorong oleh pendapatan sewa menara. EBITDA dan laba bersih  tumbuh masing-masing sebesar 12,7% dan 12,6% YoY dengan margin keduanya yang semakin baik senilai  80,5% dan 23,4%. Mitratel merupakan tower provider terbesar di Asia Tenggara dari sisi kepemilikan  tower yang memiliki 38.014 tower dengan tenancy ratio yang meningkat cukup baik dari 1,47x di 2022  menjadi 1,51x pada akhir 2023. Dari sisi operasional, jumlah kolokasi dan jumlah penyewa juga mengalami  peningkatan masing-masing sebesar 16,9% dan 10,4% YoY. Pada periode tersebut Mitratel membukukan  kinerja keuangan yang kian kuat dengan leveraging ratio yang relatif rendah, yakni rasio net to  debt EBITDA sebesar 2,2x.

Mengikuti implementasi inisiatif FMC, selanjutnya Telkom kini tengah fokus mempersiapkan  implementasi strategi DCCo. Telkom melalui anak usahanya Telkom Data Ekosistem (NeutraDC) fokus mengembangkan bisnis Hyperscale Data Center dan Enterprise Data Center untuk melayani kebutuhan  korporasi besar dari berbagai segmen pelanggan. Sementara itu Edge Data Center yang dimiliki difokuskan untuk mendukung layanan pemerintah lokal, operator telekomunikasi dan provider internet lokal, serta  pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia. Tahun 2024, Telkom akan meningkatkan  kapasitas data centernya dari 42 MW menjadi 55 MW, yang didorong oleh peningkatan kapasitas  Hypercale Data Center Cikarang sebesar 13 MW. Selain itu, Telkom juga terbuka dan aktif membangun  kerja sama dengan mitra strategis dalam mengembangkan kapasitas dan kapabilitas data center

Perseroan juga dalam proses mempersiapkan implementasi InfraCo di mana entitas barunya telah  dibentuk dengan nama Telkom Infrastruktur Indonesia pada akhir 2023. Telkom Infrastruktur Indonesia  dipersiapkan untuk menjadi penggerak utama perseroan dalam penciptaan nilai tambah perusahaan  dengan meningkatkan utilisasi infrastruktur jaringan, mengoptimalkan capital expenditure TelkomGroup,  meningkatkan pendapatan dari eksternal, menyediakan layanan telekomunikasi yang andal,  meningkatkan efisiensi operasional, dan kemitraan strategis. Memasuki tahun 2024, Telkom Infrastruktur  Indonesia tengah mempersiapkan pengelolaan jaringan end to end Telkom, dengan fokus khusus pada  optimalisasi pemanfaatan jaringan melalui penyediaan layanan wholesale Fiber-to the-Home (FTTH)  untuk segmen B2B. Hal ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk menyediakan layanan terbaik  dengan inovasi berkelanjutan, yang bertujuan untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi  Indonesia dengan memperluas penetrasi layanan broadband dan memenuhi kebutuhan konektivitas yang  kian meningkat. 

Sepanjang 2023, Telkom telah menggunakan belanja modal perseroan mencapai Rp 33,0 triliun atau 22,1%  dari total pendapatan. Belanja modal ini difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan  telekomunikasi demi pengalaman digital pelanggan yang lebih baik. Sejalan dengan implementasi inisiatif  FMC, Telkom mengutamakan optimisasi synergy value dari belanja modal terkait jaringan akses,  infrastruktur dan sistem IT untuk peningkatan efisiensi. Anggaran belanja modal juga digunakan untuk  beberapa inisiatif besar perusahaan meliputi peningkatan kualitas dan kapasitas jaringan 4G,  pengembangan teknologi 5G, pembuatan Satelit Merah Putih 2 yang saat ini sudah berada di orbit 113 BT, penggelaran sistem komunikasi kabel laut, serta penyelesaian Hyperscale Data Center Cikarang dan  pembangunan Hyperscale Data Center Batam. 

“Telkom terus berupaya untuk melanjutkan langkah transformasi sekaligus berinvestasi memperkuat lini  usaha digital connectivity, digital platform, dan digital services. Telkom juga memiliki sumber daya yang  memadai untuk membantu masyarakat Indonesia meningkatkan literasi dan keterampilan digital sebagai  salah satu modal utama bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju,” tutup Ririek. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

EKONOMI
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

EKONOMI
Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

EKONOMI
TelkomGroup Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak melalui PP Tunas

TelkomGroup Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak melalui PP Tunas

EKONOMI
Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

EKONOMI
Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon