ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS Paparkan Komoditas Penyumbang Inflasi Maret 2024

Senin, 1 April 2024 | 14:31 WIB
AK
AD
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: AD
Kenaikan harga telur ayam menjelang Ramadan ini, salah satunya terjadi di Pasar Pandan Sari, Balikpapan.
Kenaikan harga telur ayam menjelang Ramadan ini, salah satunya terjadi di Pasar Pandan Sari, Balikpapan. (Beritasatu.com/Fuad Iqbal Abdullah)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan pada Maret 2024 sebesar 0,52%. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar pada inflasi adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,42% dan memberikan kontribusi sebesar 0,41% terhadap inflasi Maret 2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini, antara lain telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.

“Telur dan daging ayam ras merupakan penyumbang inflasi terbesar pada Maret 2024,” ucap Amalia dalam konferensi pers di kantor BPS pada Senin (1/4/2024).

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan harga telur dan daging ayam ras masih mengalami inflasi yang relatif tinggi bahkan meningkat dibandingkan bulan sebelumnya.

Hal ini disebabkan meningkatnya permintaan pada Ramadan, sehingga meningkatkan tekanan terhadap sisi permintaan. Namun, juga terjadi potensi peningkatan potensi produksi jagung pada Maret 2024 yang diharapkan dapat memberikan dampak terhadap penurunan harga telur dan daging ayam ras pada bulan-bulan yang akan datang.

“Produksi jagung terlihat cukup tinggi di Maret 2024, artinya dari sisi suplai harga pakan jagung sudah mengalami penurunan dan selanjutnya diharapkan nantinya diharapkan berdampak pada harga pakan ternak dan harga daging ayam ras maupun telur ayam ras di bulan berikutnya,” tutur Amalia.

Jika dirinci, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi secara bulanan untuk kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, yakni telur ayam ras, daging ayam ras, dan beras masing-masing sebesar 0,09%, cabai rawit dan bawang putih masing-masing sebesar 0,02%, sigaret kretek mesin (SKM), bawang merah, minyak goreng, ikan segar, bayam, buncis, ayam hidup, dan pepaya masing- masing sebesar 0,01%. Sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil deflasi secara bulanan adalah cabai merah dan tomat masing-masing sebesar 0,02%. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

Kabar Baik! Kesenjangan Gender di Indonesia Capai Level Terendah 2025

MULTIMEDIA
Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

Aceh Jadi Provinsi dengan Indeks Demokrasi Tertinggi di Sumatera

NUSANTARA
Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

Pengangguran RI Turun ke 7,24 Juta, Kota Besar Masih Bermasalah

MULTIMEDIA
Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

Konsumsi Pemerintah Melejit 21,81 Persen, Ekonomi RI Kuartal I Gaspol!

MULTIMEDIA
Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

Jumlah Penduduk Jakarta 10,72 Juta Jiwa, Mayoritas Milenial dan Gen Z

JAKARTA
IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

IKG Terendah, Tingkat Kesetaraan Gender di Jakarta Terbaik Nasional

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon