ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menilik Nasib Sektor Saham Komoditas Penyumbang Inflasi Terbesar April 2024

Jumat, 3 Mei 2024 | 11:34 WIB
V
AD
Penulis: Vinnilya | Editor: AD
Ilustrasi IHSG.
Ilustrasi IHSG. (Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data inflasi periode April 2024 yang relatively inline dengan ekspektasi pasar.

Ada sejumlah komoditas yang menjadi kontributor utama penyumbang inflasi terbesar secara tahunan (year-on-year/yoy), di antaranya kelompok makanan, minuman dan tembakau. Sementara secara bulanan (month-on-month/mom) kelompok transportasi yang dominan memberikan andil sebesar 0,93% mom.

Di samping itu, berdasarkan kelompok komponen inti, inflasi bulanan April tahun ini juga dipengaruhi oleh harga emas perhiasan, minyak goreng (crude palm oil/CPO), dan gula pasir. 

ADVERTISEMENT

Lantas, bagaimana nasib sektor saham komoditas tersebut?

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, Rizkia Darmawan mengungkapkan bahwa memang komponen utama inflasi berasal dari komoditi pangan yang bergejolak (volatile food) termasuk beras, bawang, cabai bahkan CPO.

Harga CPO telah melonjak beberapa minggu, bahkan satu bulan terakhir. Untuk itu, dikhawatirkan kenaikan harga ini berpotensi menggerus margin dari sektor-sektor konsumer yang bergantung pada impor bahan baku makanan.

“Kemudian juga apabila perusahaan-perusahaan konsumer tersebut memang lebih dipengaruhi oleh impor, ketika nilai itu juga dalam rupiah, maka akan mengalami tekanan,” kata Rizkia Darmawan dalam program Investor Market Opening, Jumat (3/5/2024).

Dengan demikian, tambah dia, harga saham yang berkaitan dengan CPO seharusnya sudah sesuai dengan pasar (price in) seiring kenaikan harga komoditas-komoditas tersebut. Begitu pun dengan saham-saham yang bergerak di komoditas emas, sudah cukup reli lantaran harga emasnya sendiri telah melejit dari Maret lalu.

“Sehingga investor juga mulai mem-price in pada harga saham-saham emas kemarin, jadi kalau kita melihat valuasinya itu relatif sudah mulai pricing in (bersamaan dengan, red) harga kenaikan dari emas,” tuturnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada April 2024 terjadi inflasi tahunan sebesar 3% atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen dari 103,3 pada April 2023 menjadi 106,4 pada April 2024.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon