BPS: Pertanian Tumbuh Pesat, Produksi Padi dan Jagung Naik Signifikan
Senin, 5 Mei 2025 | 16:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor pertanian menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan I tahun 2025. Pertanian mengalami lonjakan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 10,52% secara tahunan (year-on-year), tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data BPS, produksi padi meningkat sebesar 51,45%, sementara produksi jagung naik 39,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini dipicu oleh panen raya yang terjadi di sejumlah daerah sentra produksi padi dan jagung di Indonesia.
“Pertumbuhan sektor pertanian ini menjadi yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ini didorong oleh peningkatan signifikan produksi komoditas utama seperti padi dan jagung, serta tingginya permintaan domestik menjelang dan saat Ramadan serta Idulfitri,” ujar Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers resmi di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (5/5/2025).
Kenaikan ini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan subsektor tanaman pangan, yang tercatat tumbuh sebesar 42,26%.
Selain itu, subsektor peternakan juga menunjukkan kinerja positif. Pertumbuhannya mencapai 8,83%, didorong oleh meningkatnya konsumsi daging dan telur selama bulan puasa dan Lebaran.
“Saat Ramadan dan Idulfitri, permintaan terhadap komoditas peternakan seperti daging ayam, sapi, serta telur meningkat tajam. Hal ini turut menopang pertumbuhan sektor peternakan yang stabil,” tambah Amalia.
Sektor pertanian yang terdiri dari subsektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga jasa pertanian, menjadi satu-satunya sektor yang mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam laporan PDB kuartal pertama tahun ini.
Meski sektor industri pengolahan dan transportasi juga menunjukkan pertumbuhan, pertanian dinilai paling berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Amalia juga menyampaikan keberhasilan ini tak lepas dari sejumlah faktor pendukung seperti cuaca yang mendukung produksi, distribusi yang lancar, serta adanya insentif pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pencapaian ini menjadi sinyal positif bahwa sektor pertanian dapat menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi, khususnya di daerah-daerah sentra produksi pangan,” ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




