ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KCIC Kembali Tangkap Pencuri Bantal Whoosh

Selasa, 22 Juli 2025 | 16:31 WIB
BW
BW
Penulis: Bernadus Wijayaka | Editor: BW
Ilustrasi bantal Whoosh.
Ilustrasi bantal Whoosh. (./KCIC)

Jakarta, Beritasatu.com — PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kembali menindak tegas aksi pencurian fasilitas publik oleh penumpang Whoosh. Kali ini, seorang oknum penumpang tertangkap kamera CCTV saat mencuri bantal kepala dari kursi kereta Whoosh. Beberapa waktu lalu, kasus serupa juga terjadi.

Insiden terjadi pada Sabtu (19/7/2025) di kereta Whoosh G1063 yang berangkat dari Stasiun Halim. Laporan kehilangan datang dari kursi nomor 8D dan 8F pada kereta nomor 4. Merespons laporan tersebut, pihak KCIC langsung membuka rekaman CCTV yang terpasang di dalam rangkaian kereta.

Terdapat 44 unit CCTV di setiap rangkaian kereta Whoosh yang merekam seluruh sisi demi alasan keamanan dan keselamatan perjalanan. Berdasarkan rekaman, terlihat jelas seorang penumpang melepas bantal dari kursi lalu memasukkannya ke dalam tas.

ADVERTISEMENT

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan melalui kamera pengawas di area stasiun. Pada pukul 21.00 WIB, pelaku teridentifikasi saat melakukan gate in di Glfate 1 Stasiun Halim. Dari situ, pihak KCIC dapat melacak data tiket dan identitas pelaku. Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.

General Manager Corporate Secretary PT KCIC, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa seluruh layanan Whoosh telah dilengkapi sistem pengawasan canggih untuk menjamin keamanan pengguna.

“Saat ini total terdapat 1.846 CCTV yang terpasang di seluruh layanan Whoosh. Mulai dari stasiun, rangkaian, jalur, hingga depo. Semua memantau pergerakan penumpang dan berbagai objek yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujar Eva.

Eva juga mengimbau seluruh pengguna jasa agar tidak melakukan tindakan perusakan atau pencurian fasilitas umum. Ia menegaskan, semua kejadian dapat dibuktikan dengan rekaman CCTV yang aktif dan dalam kondisi baik di seluruh area layanan Whoosh.

Tindakan pencurian bantal, lanjut Eva, tidak hanya merusak properti publik, tetapi juga mengurangi kenyamanan penumpang lain serta menimbulkan kerugian finansial. Dana operasional yang seharusnya digunakan untuk peningkatan layanan harus dialihkan untuk penggantian bantal dan perawatan kursi.

“Perilaku tidak bertanggung jawab seperti ini merugikan banyak pihak. KCIC berkomitmen menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang, serta meningkatkan edukasi agar fasilitas publik dapat dijaga bersama,” tutup Eva.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon