BTN Resmikan Bank Syariah Nasional Gantikan Bank Victoria Syariah
Kamis, 21 Agustus 2025 | 22:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengumumkan bahwa PT Bank Victoria Syariah (BVIS) resmi berganti nama menjadi Bank Syariah Nasional (BSN).
Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar BTN sebagai pemegang saham pengendali BVIS.
“Danantara Indonesia pernah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo. Maka diputuskan menjadi Bank Syariah Nasional. Harapannya bisa jadi bank syariah terbesar nomor dua di Indonesia,” ujar Nixon seusai menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, seperti dikutip dari Antara, Kamis (21/8/2025).
Dalam RUPSLB tersebut juga dilakukan penyesuaian Anggaran Dasar (AD) agar sejalan dengan ketentuan bank-bank BUMN. “Karena ini ujungnya milik negara, tentu banyak AD yang perlu disesuaikan,” jelas Nixon.
Selain perubahan nama, pemegang saham menyetujui perubahan struktur pengurus BSN. Alex Sofjan Noor ditunjuk sebagai direktur utama, setelah sebelumnya menjabat project director tim strategi pengembangan syariah BTN. Adapun Guru Besar Keuangan Publik IPDN Bahrullah Akbar sekaligus mantan wakil ketua BPK didapuk sebagai komisaris utama.
BTN sebelumnya mengakuisisi 99,99% saham BVIS dengan nilai Rp 1,5 triliun, sebagai bagian dari rencana pemekaran (spin off) BTN Syariah yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober atau November 2025. Sisanya 0,0016% saham masih dimiliki Balai Harta Peninggalan (BHP) Jakarta.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah memberikan persetujuan atas rencana spin off BTN melalui akuisisi BVIS sebagai cangkang Bank Umum Syariah (BUS). Dukungan serupa juga datang dari Presiden Prabowo Subianto, Kementerian BUMN, dan Danantara Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




