Bezos Ingatkan Resesi, Konsumen Diminta Menahan Belanja Barang Mahal
Kamis, 20 November 2025 | 23:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pendiri Amazon, Jeff Bezos, menyerukan kepada konsumen dan pelaku bisnis untuk menunda pembelian besar seiring meningkatnya kekhawatiran resesi. Ia menyarankan rumah tangga menabung untuk barang-barang bernilai tinggi seperti mobil dan peralatan rumah tangga, sementara usaha kecil sebaiknya menghindari pengeluaran modal besar.
Dalam wawancara dengan CNN yang dikutip Kamis (20/11/2025), Bezos memperingatkan bahwa beberapa bulan ke depan berpotensi membawa penurunan ekonomi yang berkepanjangan. Ia menyarankan agar konsumen menahan diri dari pembelian barang mahal seperti mobil, televisi, dan peralatan rumah tangga, karena menabung dapat sangat membantu jika kondisi ekonomi memburuk.
Selain itu, Bezos juga menasihati usaha kecil untuk menunda pengeluaran modal besar atau akuisisi di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini. “Ambil sedikit risiko dari meja. Sedikit pengurangan risiko bisa membuat perbedaan," kata Bezos.
Meskipun berhati-hati, Bezos tetap optimistis tentang masa depan jangka panjang, mengatakan bahwa American Dream tetap dapat dicapai. Ia bahkan memproyeksikan bahwa dalam hidupnya, perjalanan luar angkasa dapat menjadi lebih mudah diakses publik.
Bulan lalu, Bezos diketahui sempat mengunggah peringatan untuk “batten down the hatches,” yang ia tegaskan kembali dalam wawancara CNN, relevan untuk konsumen dan pemilik bisnis.
Sementara Times of India menyebut bahwa jika konsumen mengikuti saran Bezos, hal ini bisa menekan penjualan Amazon. Baru-baru ini, Amazon mengumumkan rencana pemutusan kerja 14.000 karyawan. Pada Oktober 2025, Amazon memperkirakan penjualan kuartal liburan akan lebih rendah dari ekspektasi Wall Street, disebabkan inflasi dan perubahan perilaku konsumen.
“Saat ini, warga Amerika lebih banyak menghabiskan uang untuk perjalanan dan makan di luar, dan lebih sedikit untuk barang-barang diskresioner,” tulis Times of India.
Sementara Mark Zandi, kepala ekonom di lembaga pemeringkat kredit Moody’s, memperingatkan tentang resesi di AS. Analisis terbaru tingkat negara bagian menunjukkan ekonomi AS “di tepi resesi.
“Berdasarkan penilaian saya terhadap berbagai data, negara bagian yang mencakup hampir sepertiga GDP AS sedang atau berisiko tinggi mengalami resesi, sepertiga lainnya stabil, dan sepertiga sisanya masih tumbuh,” tulis Zandi di media sosial.
Data ini menunjukkan gambaran yang campur aduk di seluruh negeri. Negara-negara bagian di Selatan umumnya lebih kuat, meskipun pertumbuhan mereka mulai melambat. Sementara itu, beberapa ekonomi terbesar AS, seperti California dan New York, “bertahan sendiri,” dan stabilitas mereka dianggap penting untuk mencegah resesi nasional penuh.
Namun, banyak negara bagian menunjukkan kerentanan. Wyoming, Montana, Minnesota, Mississippi, Kansas, dan Massachusetts teridentifikasi berisiko tinggi mengalami resesi. Wilayah Washington DC juga mengalami kesulitan ekonomi, yang menurut Zandi disebabkan pemotongan pekerjaan pemerintah. Selain itu, Zandi memprediksi bahwa inflasi tahunan, yang saat ini 2,7%, bisa naik mendekati 4% dalam setahun ke depan, sehingga mengurangi daya beli konsumen.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




