ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Harga Minyak: Turun Usai AS Sepakati Impor Minyak Venezuela

Rabu, 7 Januari 2026 | 21:27 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak dunia melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (7/1/2026) seiring pelaku pasar mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kesepakatan impor minyak mentah dari Venezuela.

Kesepakatan tersebut berpotensi menambah pasokan ke negara konsumen minyak terbesar di dunia.

Harga minyak Brent tercatat turun 14 sen atau 0,2% ke level US$ 60,56 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 36 sen atau 0,6% ke US$ 56,77 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level terendah US$ 55,76 per barel.

Kedua acuan harga minyak tersebut telah turun lebih dari US$ 1 pada sesi perdagangan sebelumnya, seiring ekspektasi pasar terhadap melimpahnya pasokan minyak global sepanjang tahun ini.

ADVERTISEMENT

Sumber menyebutkan Venezuela saat ini memiliki jutaan barel minyak yang telah dimuat di kapal tanker maupun tersimpan di fasilitas penyimpanan, tetapi tidak dapat dikirim sejak pertengahan Desember akibat blokade ekspor yang diberlakukan oleh pemerintahan Trump.

Blokade tersebut merupakan bagian dari tekanan AS terhadap pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, yang berpuncak pada penangkapan Maduro oleh pasukan AS pada akhir pekan lalu.

Sejumlah pejabat tinggi Venezuela menyebut penangkapan tersebut sebagai penculikan dan menuding AS berupaya menguasai cadangan minyak Venezuela.

Analis komoditas SEB Ole Hvalbye menilai volume minyak Venezuela yang masuk ke pasar global relatif kecil dalam konteks pasokan keseluruhan.

“Jika dibandingkan dengan total cadangan minyak strategis AS yang mencapai sekitar 413 juta barel, tambahan 30 juta–50 juta barel tersebut sebenarnya tidak terlalu signifikan,” ujarnya.

Analis Morgan Stanley memperkirakan pasar minyak global berpotensi mengalami surplus hingga 3 juta barel per hari pada paruh pertama 2026, didorong oleh pertumbuhan permintaan yang lemah pada tahun lalu serta peningkatan pasokan dari negara-negara OPEC dan non-OPEC.

Namun demikian, analis BMI, unit dari Fitch Solutions, menilai prospek ekspor minyak Venezuela yang lebih murah dapat menahan ekspansi kapasitas produksi di AS dan negara lain.

Venezuela saat ini menjual minyak mentah andalannya, Merey, dengan harga diskon sekitar US$ 22 per barel dibandingkan harga Brent di pelabuhan pengiriman.

“Hal ini berpotensi meningkatkan ekspektasi harga minyak dalam jangka menengah, terutama jika rezim Venezuela mampu bertahan,” tulis analis BMI.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

Harga Minyak Dunia Menuju Penurunan 8 Persen Pekan Ini

EKONOMI
Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

Update Harga Minyak: Melemah Waspadai Ketegangan Timur Tengah

EKONOMI
Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

Akhirnya Harga Minyak Dunia Kembali ke Level Sebelum Perang Iran

EKONOMI
Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

Update Harga Minyak Dunia Jatuh ke Level Terendah sejak Perang Iran

EKONOMI
Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

Harga Minyak Turun ke Level Terendah sejak Pecahnya Perang AS-Iran

EKONOMI
Harga Minyak Dunia Turun Lagi Efek Kesepakatan Damai AS-Iran

Harga Minyak Dunia Turun Lagi Efek Kesepakatan Damai AS-Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon