ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bidik 5 Besar Dunia, Prabowo Minta Industri Tekstil Diselamatkan

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:40 WIB
AS
DM
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: DM
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Jakarta, Jumat 9 Januari 2025.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat ditemui di Jakarta, Jumat 9 Januari 2025. (Beritasatu.com/Addin Anugrah Siwi)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar industri tekstil nasional diselamatkan dan mendapat perhatian khusus, menyusul meningkatnya tekanan akibat perang dagang global. Sektor tekstil dinilai sebagai industri strategis yang paling tangguh, berorientasi ekspor, serta berpotensi besar menyerap tenaga kerja.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan di Hambalang, Jawa Barat. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang menyebut industri tekstil menjadi salah satu sektor paling siap menghadapi ketidakpastian perdagangan internasional.

“Dalam pertemuan tadi malam di Hambalang, Bapak Presiden Prabowo Subianto mendorong pentingnya mempertahankan industri tekstil. Sektor ini paling terbuka dan tangguh dalam menghadapi perang dagang,” ujar Airlangga dalam Workshop Persiapan Pemeriksaan LKPP, LKKL, dan LKBUN  2025 di BPK Tower, Jakarta, Senin (12/1/2026).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil kajian pemerintah, Airlangga menyebut Indonesia memiliki peluang besar masuk lima besar negara produsen tekstil dunia. Karakteristik industri yang fleksibel, pasar global yang stabil, serta kebutuhan tekstil yang terus meningkat menjadi keunggulan utama Indonesia.

“Presiden meminta langkah khusus. Dari studi yang kami lakukan, Indonesia berpotensi menjadi lima besar pemain tekstil dunia karena sektor ini selalu dibutuhkan dan pertumbuhannya relatif kuat,” jelasnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Presiden Prabowo menyetujui pembentukan pendanaan tahap awal sebesar US$ 6 miliar guna memperkuat rantai nilai industri tekstil nasional. Selain itu, pemerintah juga berencana membentuk BUMN khusus yang fokus menangani pengembangan sektor tekstil secara terintegrasi.

“Presiden telah menyetujui usulan pendanaan awal untuk insentif sektor tekstil guna melengkapi value chain industri, dengan kebutuhan sekitar US$ 6 miliar,” kata Airlangga.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menargetkan nilai ekspor tekstil Indonesia melonjak signifikan, dari sekitar US$ 4 miliar menjadi US$ 40 miliar dalam 10 tahun ke depan. Pada sisi ketenagakerjaan, sektor tekstil diharapkan mampu menciptakan dua juta lapangan kerja baru.

“Penyerapan tenaga kerja ditargetkan meningkat dari sekitar 4 juta orang menjadi 6 juta orang,” pungkas Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Industri Tekstil Tahan Banting Hadapi Pelemahan Rupiah

Industri Tekstil Tahan Banting Hadapi Pelemahan Rupiah

EKONOMI
Mendag Sebut Ekosistem Tekstil RI Lengkap dan Berdaya Saing

Mendag Sebut Ekosistem Tekstil RI Lengkap dan Berdaya Saing

EKONOMI
Perjuangan Industri Tekstil RI Lawan Tarif Trump

Perjuangan Industri Tekstil RI Lawan Tarif Trump

EKONOMI
Pakaian Bekas Impor Murah, Industri Tekstil Nasional Terancam

Pakaian Bekas Impor Murah, Industri Tekstil Nasional Terancam

EKONOMI
Menjahit Ulang Harapan Baru bagi Industri Tekstil

Menjahit Ulang Harapan Baru bagi Industri Tekstil

EKONOMI
Industri Tekstil Siap Daur Ulang Pakaian Bekas Impor Ilegal

Industri Tekstil Siap Daur Ulang Pakaian Bekas Impor Ilegal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon