Langkah Panjang Indonesia Menuju Swasembada Energi
Rabu, 14 Januari 2026 | 23:35 WIB
Peningkatan tersebut didorong oleh aktivasi sumur-sumur idle, penerapan teknologi di sumur tua, serta percepatan tender lapangan minyak baru dan langkah-langkah yang memperkuat fondasi swasembada energi dari sisi hulu.
Banyak Pihak Tak Rela Indonesia Swasembada Energi
RDMP Balikpapan merupakan proyek modernisasi kilang yang mencakup sistem penerimaan minyak mentah, jaringan pipa, hingga proses pengolahan berteknologi mutakhir. Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun sejak 2019 ini menjadi tulang punggung baru ketahanan energi nasional.
Namun, Bahlil mengakui perjalanan proyek tidak mulus. Ia bahkan menyebut adanya dugaan sabotase yang membuat proyek sempat tertunda.
"Proyek RDMP ini banyak dramanya. Saya harus jujur katakan, banyak dramanya. Kenapa? Seharusnya sudah jadi awal Mei 2024," ungkapnya.
Salah satu kendala utama adalah insiden kebakaran pada Mei 2024. Evaluasi internal Kementerian ESDM mengindikasikan adanya faktor nonteknis.
"Ini pak, terbakar. Ada bagian yang dibakar. Saya tidak mengerti apakah dibakar karena terbakar atau dibakar karena ada faktor lain," ujar Bahlil.
Ia menilai masih ada pihak yang tidak rela Indonesia lepas dari ketergantungan impor BBM.
“Ternyata barang ini pak, ‘ada udang di balik batu’. Masih ada pihak-pihak yang tidak rela kalau kita itu mempunyai cadangan dan swasembada energi,” tegasnya.
Indonesia Resmi Swasembada Solar
Pemerintah menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada solar setelah RDMP Balikpapan beroperasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebutuhan solar dalam negeri kini dapat dipenuhi dari produksi nasional.
“Dengan diresmikan RDMP kemarin oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto), maka kita tidak perlu impor solar lagi,” ujar Airlangga.
Ia menambahkan, capaian tersebut menjadi tonggak penting swasembada energi dan fondasi untuk meningkatkan kemandirian energi di sektor lain. “Jadi kita sudah swasembada di bidang solar dan tentu kita akan terus tingkatkan untuk energi yang lain,” katanya.
Target ke Depan Stop Impor Bensin Menuju Swasembada Total
Pemerintah menargetkan penghentian impor avtur mulai 2027, menyusul keberhasilan menghentikan impor solar pada 2026. Bahlil menegaskan langkah ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo sebagai bagian dari kedaulatan energi nasional.
“Untuk solar, alhamdulillah atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, mulai sekarang kita bicara ke depan tidak ada lagi impor solar. Termasuk avtur, insyaallah pada 2027 kita juga tidak lagi melakukan impor,” ujar Bahlil.
Selain itu, pemerintah membuka peluang menghentikan impor bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 pada 2027 jika kapasitas produksi domestik mencukupi.
“Kalau semuanya ini (RON 92, RON 95, dan RON 98) produknya sudah ada, itu berarti kita sudah tidak perlu impor lagi,” kata Bahlil.
Ia menegaskan, jika produksi telah mencukupi, SPBU swasta akan membeli BBM dari Pertamina. “Jadi, silakan beli di Pertamina, tetapi selama kapasitas produksi kita masih kurang dibandingkan konsumsi, maka tetap kita sementara impor harus dilakukan,” ujarnya.
Dengan RDMP Balikpapan sebagai tulang punggung, pemerintah optimistis Indonesia kian dekat menuju swasembada energi dan menjadi fondasi penting bagi kedaulatan ekonomi dan ketahanan nasional jangka panjang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




