ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketahanan Pangan dan Energi Jadi Kunci Keberlanjutan MBG

Rabu, 8 April 2026 | 23:56 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Siswi menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswi menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Ketahanan pangan dan energi menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan program makan bergizi gratis (MBG) di tengah ancaman krisis global.

Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menjelaskan, program swasembada pangan dan energi yang dicanangkan pemerintah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar global.

“Kunci keberhasilan MBG adalah memastikan pasokan bahan baku berasal dari dalam negeri,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Menurut Esther, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur pertanian, mulai dari irigasi, penyediaan pupuk, penerapan teknologi pertanian modern, akses pembiayaan petani, hingga penguatan distribusi hasil panen.

ADVERTISEMENT

Dengan dukungan tersebut, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat dan mampu menopang kebutuhan bahan baku program MBG.

Ia juga menekankan dalam teori ekonomi, negara tidak harus memproduksi seluruh kebutuhan barang, melainkan fokus pada komoditas dengan keunggulan komparatif. Dalam konteks Indonesia, beras dinilai sebagai komoditas yang paling realistis untuk mencapai swasembada.

Namun demikian, ia menyebut masyarakat Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada beras sebagai makanan pokok. Komoditas seperti singkong, porang, sukun, dan sagu dinilai memiliki potensi besar sebagai sumber karbohidrat alternatif.

Dengan dukungan teknologi pengolahan pangan, komoditas tersebut dapat dikembangkan menjadi produk substitusi beras yang bergizi sekaligus bernilai ekonomi.

Di sektor energi, Esther menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan seperti tenaga air, angin, dan matahari. Selain itu, pengolahan sampah menjadi energi juga dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Menurutnya, kemandirian energi domestik akan membantu menekan dampak kenaikan harga energi global terhadap biaya produksi pangan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendikdasmen Tinjau Digitalisasi Sekolah dan MBG di Wilayah 3T

Mendikdasmen Tinjau Digitalisasi Sekolah dan MBG di Wilayah 3T

NASIONAL
Soroti Program MBG, Aliansi Mahasiswa Untika Demo di DPRD Banggai

Soroti Program MBG, Aliansi Mahasiswa Untika Demo di DPRD Banggai

NASIONAL
IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG

IMM Sulteng Desak Evaluasi Total Program MBG

NASIONAL
Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

Dukung Program Prabowo, Ribuan Warga Geruduk DPRD Jember

JAWA TIMUR
Dukung MBG, Relawan DIY Ajak Publik Awasi agar Bebas Korupsi

Dukung MBG, Relawan DIY Ajak Publik Awasi agar Bebas Korupsi

NUSANTARA
KPK: Penyelidikan Korupsi MBG Tak Tumpang Tindih dengan Kejagung

KPK: Penyelidikan Korupsi MBG Tak Tumpang Tindih dengan Kejagung

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon