ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Januari 2026 Terjadi Deflasi 0,15 Persen, Komoditas Ini Jadi Pendorong

Senin, 2 Februari 2026 | 12:02 WIB
AS
H
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: HE
Pedagang di pasar tradisional Rangkasbitung, Lebak, Banten, melayani pembeli, Sabtu, 31 Januari 2026.
Pedagang di pasar tradisional Rangkasbitung, Lebak, Banten, melayani pembeli, Sabtu, 31 Januari 2026. (Beritasatu.com/Budiman)

Jakarta, Beritasatu.com - Harga berbagai komoditas pada awal 2024 secara umum masih menunjukkan penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Januari 2026 terjadi deflasi sebesar 0,15 persen month to month (mtm). Untuk deflasi tahun kalender juga 0,15 persen.

"Terjadi deflasi pada Januari 2026, berbeda dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,64 persen," kata Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam konferensi pers di gedung BPS, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil 0,30 persen.

ADVERTISEMENT

"Komoditas yang dominan mendorong deflasi pada Januari 2026 adalah cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, cabai rawit 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan telur ayam 0,03 persen," papar Ateng.

Komoditas lain yang memberi andil terhadap deflasi adalah bensin dan tarif angkutan udara dengan andil masing-masing sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi adalah emas perhiasan, ikan segar, serta tomat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon