BPS Catat Surplus Neraca Dagang 2025 Tembus Rp 688 Triliun
Senin, 2 Februari 2026 | 12:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencatat surplus US$ 41,05 miliar atau sekitar Rp 688,8 triliun.
Surplus tersebut ditopang kinerja sektor nonmigas yang mencatat kelebihan US$ 60,75 miliar atau setara Rp 1.018,7 triliun, meskipun sektor migas masih mengalami defisit US$ 19,70 miliar atau sekitar Rp 330,3 triliun.
Khusus Desember 2025, neraca perdagangan kembali mencatat surplus US$ 2,51 miliar atau sekitar Rp 42,1 triliun. Nilai tersebut berasal dari surplus nonmigas US$ 4,60 miliar (Rp 77,1 triliun) dan defisit migas US$ 2,09 miliar (Rp 35,0 triliun).
"Dari sisi ekspor, total nilai ekspor Indonesia selama Januari–Desember 2025 mencapai US$ 282,91 miliar atau sekitar Rp 4.743,7 triliun, naik 6,15% dibanding periode sama 2024. Ekspor nonmigas menyumbang US$ 269,84 miliar atau setara Rp 4.524,1 triliun, tumbuh 7,66%," demikian dilansir dari situs BPS.
Pada Desember 2025, nilai ekspor tercatat US$ 26,35 miliar atau sekitar Rp 441,7 triliun, meningkat 11,64% dibanding Desember 2024. Ekspor nonmigas bulan tersebut mencapai US$ 25,09 miliar atau sekitar Rp 420,7 triliun, naik 13,72%.
Dari 10 komoditas utama ekspor nonmigas sepanjang 2025, hampir seluruhnya mengalami peningkatan. Pengecualian terjadi pada bahan bakar mineral yang turun US$ 7,61 miliar atau sekitar Rp 127,5 triliun, setara penurunan 19,18%. Sementara itu, peningkatan tertinggi dicatat komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang naik US$ 7,50 miliar atau sekitar Rp 125,8 triliun, setara 27,94%.
Secara tujuan, ekspor nonmigas terbesar selama Januari–Desember 2025 ditujukan ke China senilai US$ 64,82 miliar atau sekitar Rp 1.086,7 triliun. Disusul Amerika Serikat US$ 30,96 miliar (Rp 518,9 triliun) dan India US$ 18,32 miliar (Rp 307,2 triliun).
Kontribusi ketiganya mencapai 42,28% dari total ekspor nonmigas. Ekspor ke ASEAN tercatat US$ 51,58 miliar (Rp 865,0 triliun), sedangkan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$ 19,28 miliar (Rp 323,3 triliun).
Dari sisi impor, nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$ 241,86 miliar atau sekitar Rp 4.056,0 triliun, naik 2,83% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Impor nonmigas juga meningkat 5,11% menjadi US$ 209,09 miliar atau sekitar Rp 3.507,0 triliun.
Pada Desember 2025, nilai impor tercatat US$ 23,83 miliar atau sekitar Rp 399,3 triliun, naik 10,81% dibanding Desember 2024. Impor nonmigas bulan tersebut mencapai US$ 20,48 miliar atau sekitar Rp 343,5 triliun, meningkat 12,46%.
Berdasarkan golongan barang, dari sepuluh kelompok utama impor nonmigas selama 2025, peningkatan terbesar terjadi pada mesin/perlengkapan elektrik dan bagiannya yang naik US$ 4,68 miliar atau sekitar Rp 78,5 triliun, setara 17,22%. Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi pada golongan besi dan baja yang turun US$ 1,20 miliar atau sekitar Rp 20,1 triliun, setara 11,17%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




