Harga Cabai Rawit Naik karena Proses Panen dan Distribusi
Senin, 16 Februari 2026 | 19:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan produksi cabai rawit secara nasional dalam kondisi cukup. Kenaikan harga yang sempat terjadi disebut bukan karena kekurangan stok, melainkan akibat kendala teknis dalam proses panen dan distribusi.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan hambatan utama terjadi saat cuaca buruk mengganggu proses pemetikan di tingkat petani.
“Memang ada dua problem, yang pertama adalah secara prinsip pasokan atau stoknya tinggi, cukup produksinya tinggi, tetapi problemnya dalam petik. Pada saat hujannya tinggi, tenaga kerja yang memetik tidak ada, tidak berani karena akan cepat busuk,” jelas Deputi Ketut saat sidak Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di PIKJ, Senin (16/2/2026).
Selain faktor cuaca, momentum libur juga memengaruhi ketersediaan tenaga kerja panen. Akibatnya, pasokan cabai rawit yang masuk ke pasar sempat berkurang, sehingga harga terdorong naik.
“Secara produksi sangat cukup, jadi itu bedanya ya, produksinya sangat cukup, metiknya yang takut, karena hujan dan lain sebagainya, mereka tidak berani metik karena akan langsung busuk,” tambahnya.
Untuk mempercepat stabilisasi harga cabai rawit, Bapanas akan mengoptimalkan program fasilitasi distribusi pangan (FDP). Program ini difokuskan untuk membantu menekan ongkos angkut dari sentra produksi ke Jakarta yang saat ini berkisar Rp 9.000–Rp 10.000 per kilogram.
Pasokan tambahan akan difokuskan dari Jawa Barat sebagai sentra produksi terdekat, serta dari Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Enrekang, yang telah menyatakan kesiapan memasok cabai rawit ke Jakarta.
Dengan peningkatan pasokan dan intervensi biaya distribusi, harga cabai rawit di tingkat pasar induk mulai mengalami koreksi. Pemerintah berharap penurunan tersebut segera diikuti stabilisasi harga di pasar turunan.
Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho menegaskan komitmennya dalam pengawasan pasokan dan harga pangan.
“Kami dari Satgas Pangan Polri tentunya bersama-sama dengan Bapanas, sama-sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan dari perdagangan tentunya, sama-sama terus memonitor dan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kestabilan harga. Tentunya kita berharap menjelang kegiatan hari besar keagamaan nasional, kita berharap pasokan lancar, kemudian harga bisa kita tekan tetap stabil," kata Zain Dwi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




