Koreksi Harga Emas Hari Ini Bukan Akhir dari Reli Besar
Rabu, 18 Februari 2026 | 10:30 WIB
Ia menambahkan, tidak melonjaknya harga dalam waktu dekat bukan berarti tren bullish berakhir.
“Jangan lupa, banyak dana baru masuk ke pasar dan kita mengalami reli parabola pada Januari 2026. Ketika pasar naik seperti ini, volatilitas pasti meningkat. Saya pikir kata kunci tahun ini adalah volatilitas, itulah gambaran pasar emas,” kata Steel.
“Walaupun emas dikenal sebagai aset safe haven dan aset berkualitas, bukan berarti ia tidak bergejolak," tambahnya.
Prospek Harga Emas
Meskipun sedang berada pada tren turun dalam beberapa hari terakhir, prospek harga emas masih menjanjikan. Bank asal Australia, ANZ, telah menaikkan proyeksi harga emas untuk kuartal II 2026 menjadi US$ 5.800 per ons troi. Target ini lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di level US$ 5.400 per ons troi.
Dalam laporan riset terbarunya, analis komoditas ANZ menyebutkan harga emas saat ini memang terlihat berkonsolidasi di sekitar US$ 5.000 per ons troi. Namun, kondisi tersebut dinilai bukan pertanda bahwa reli emas telah berakhir.
“Meski volatilitas terbaru memunculkan pertanyaan apakah harga emas sudah mencapai puncaknya, kami percaya reli ini belum cukup matang untuk berbalik arah dalam waktu dekat,” tulis para analis ANZ, dikutip dari Kitco News.
Penurunan tajam harga emas dari rekor bulan lalu yang mendekati US$ 5.600 sempat memicu kekhawatiran investor akan potensi kejatuhan seperti siklus 1980 atau 2011. Namun, ANZ menilai kondisi pasar saat ini berbeda.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




