ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Purbaya: Belanja K/L Didesain Merata Sepanjang Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:20 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan lonjakan belanja kementerian/lembaga (K/L) yang mencapai 85,5% pada Februari 2026 merupakan upaya pemerintah meratakan dampak ekonomi dari belanja negara sepanjang tahun anggaran.

Purbaya mengatakan percepatan belanja pada awal tahun memang dirancang pemerintah. Skema tersebut bertujuan mencegah penumpukan belanja pada akhir tahun yang kerap menyebabkan anggaran tidak terserap secara optimal.

Padahal, belanja pemerintah diperlukan untuk mendorong aktivitas perekonomian. Oleh karena itu, dia membantah anggapan bahwa lonjakan belanja dipicu banyaknya kementerian/lembaga dalam Kabinet Merah Putih.

ADVERTISEMENT

“Enggak (membengkak karena banyaknya K/L). Karena sekarang (belanja) kami desain supaya dampak belanja pemerintah merata sepanjang tahun. Di awal tahun, kami desak (K/L) untuk belanja lebih cepat dari tahun lalu,” ujar Purbaya dilansir dari Antara.

Sebagai catatan, belanja K/L meningkat 85,5% secara year on year dengan realisasi mencapai Rp 155 triliun atau 10,3% dari target. Sementara itu, belanja non-K/L terealisasi sebesar Rp 191 triliun atau 11,7% dari target, tumbuh 49,4% secara year on year.

Adapun pertumbuhan belanja pemerintah pusat (BPP) mencapai 63,7% secara year on year dengan realisasi Rp 346,1 triliun atau 11% dari target.

Jika ditambah dengan realisasi transfer ke daerah (TKD) yang naik 8,1% secara year on year dengan nilai Rp 147,7 triliun atau 21,3% dari target, maka total realisasi belanja negara tercatat Rp 493,8 triliun atau 12,8% dari target, melonjak 41,9% secara year on year.

Adapun pendapatan negara terkumpul sebesar Rp 358 triliun atau 11,4% dari target APBN sebesar Rp 3.153,6 triliun, meningkat 12,8%.

Dengan demikian, APBN mencatat defisit Rp 135,7 triliun atau 0,53% terhadap produk domestik bruto (PDB) per 28 Februari 2026, dengan keseimbangan primer mengalami defisit Rp 35,9 triliun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

Purbaya Paparkan 8 Prioritas Prabowo di Nankai University China

EKONOMI
Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

Purbaya Yakinkan China, Investor Siap Borong Panda Bond

EKONOMI
Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

Dari Beijing, Purbaya Amankan Dana Rp 302 Triliun untuk RI

EKONOMI
Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

Matangkan Rencana Panda Bond, Purbaya Terbang ke Beijing

EKONOMI
Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

Purbaya: Beban Subsidi Energi Berkurang setelah Konflik AS-Iran Mereda

EKONOMI
Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

Purbaya Sebut PNBP Pemulihan Aset Rp 1,02 T Penting untuk Pembangunan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon