Harga Emas Dunia Menuju Penurunan Bulanan Terbesar Lebih dari 17 Tahun
Selasa, 31 Maret 2026 | 15:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia naik tipis pada hari ini, Selasa (31/3/2026), tetapi masih berada di jalur penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari 17 tahun.
Lonjakan permintaan dolar sebagai aset aman selama konflik Timur Tengah membuat investor enggan berinvestasi di logam mulia, sementara kekhawatiran inflasi dan kemungkinan kebijakan moneter ketat juga menekan harga emas.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,9% menjadi US$ 4.550,68 per ons troi pada pukul 14.27 WIB. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman April 2026 menguat 0,5% menjadi US$ 4.580,70 per ons troi.
Sepanjang Maret 2026, harga emas telah turun lebih dari 13%, menandai penurunan bulanan terbesar sejak Oktober 2008.
Meski begitu, harga emas tetap naik sekitar 5% sepanjang kuartal ini, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 5.594,82 per ons troi pada 29 Januari 2026. Saat ini, harga emas turun 18,7% dari rekor tertinggi.
“Trader masih melihat emas sebagai investasi bernilai pada level ini, mengingat posisi logam mulia beberapa bulan lalu. Jadi kombinasi turunnya harga minyak, pelemahan dolar, dan level beli yang menarik mendorong harga emas naik hari ini,” kata kepala analis pasar KCM Trade, Tim Waterer.
Emas biasanya dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan risiko geopolitik. Namun, lonjakan biaya energi akibat perang di Timur Tengah membuat ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat, sekaligus meningkatkan daya tarik dolar sebagai aset aman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




