ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasil Uji B50 pada Sektor Tambang Positif, Energi Hijau Makin Dekat

Selasa, 7 April 2026 | 18:50 WIB
BI
H
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: HE
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil positif dari uji coba penggunaan bahan bakar B50  pada sektor alat berat pertambangan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil positif dari uji coba penggunaan bahan bakar B50 pada sektor alat berat pertambangan. (Kementerian ESDM)

Perlu Mitigasi Risiko 

Di sisi lain, peneliti Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan bahwa percepatan implementasi B50 membutuhkan kesiapan menyeluruh dari hulu hingga hilir.

“Percepatan ini bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga orkestrasi industri yang terintegrasi,” kata Yusuf, dikutip dari Antara. 

Ia menekankan pentingnya kesiapan rantai pasok, mulai dari ketersediaan CPO, kapasitas produksi FAME, hingga infrastruktur pencampuran dan distribusi.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, standarisasi kualitas juga krusial agar B50 kompatibel dengan mesin, terutama di sektor transportasi dan logistik.

Yusuf juga menilai insentif fiskal masih dibutuhkan pada tahap awal, mengingat harga biodiesel belum tentu lebih kompetitif dibandingkan solar.

“Tanpa kepastian demand, implementasi bisa terhambat,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan potensi dampak terhadap sektor pangan apabila peningkatan kebutuhan CPO untuk energi mengganggu pasokan.

“Apabila tidak dikelola dengan baik, ada risiko kenaikan harga minyak goreng dan produk turunannya,” katanya.

Dari sisi fiskal, kenaikan harga CPO juga berpotensi meningkatkan biaya program biodiesel. Sementara dari sisi teknis, tantangan bisa muncul apabila kualitas bahan bakar tidak konsisten atau kesiapan mesin belum merata.

Meski demikian, Yusuf menilai B50 tetap menjadi langkah strategis sebagai penyangga (shock absorber) terhadap gejolak harga energi global.

“Namun, perlu dilihat secara proporsional. B50 tidak menghilangkan seluruh risiko karena harga energi domestik tetap dipengaruhi harga minyak global,” jelasnya.

Ia menambahkan, kombinasi efisiensi energi, pengurangan konsumsi, dan substitusi energi menjadi strategi paling efektif dalam menghadapi tekanan energi global.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon