ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasil Uji B50 pada Sektor Tambang Positif, Energi Hijau Makin Dekat

Selasa, 7 April 2026 | 18:50 WIB
BI
H
Penulis: Bambang Ismoyo | Editor: HE
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil positif dari uji coba penggunaan bahan bakar B50  pada sektor alat berat pertambangan.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil positif dari uji coba penggunaan bahan bakar B50 pada sektor alat berat pertambangan. (Kementerian ESDM)

Jakarta, Beritasatu.com – Upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengembangan biodiesel terus menunjukkan progres. Uji coba penggunaan biodiesel 50% (B50) di sektor pertambangan mencatat hasil positif, sekaligus membuka jalan bagi percepatan implementasi secara lebih luas mulai pertengahan 2026.

B50 merupakan bahan bakar campuran yang terdiri dari 50% biodiesel berbasis minyak nabati, seperti minyak sawit, dan 50% solar. Kebijakan ini menjadi bagian dari mandatori biodiesel nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil.

Program ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan implementasi B40 secara nasional sejak awal 2025, yang menempatkan Indonesia sebagai pionir global dalam pemanfaatan bahan bakar nabati skala besar.

ADVERTISEMENT

Hasil Uji B50 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hasil positif dari uji coba penggunaan bahan bakar B50  pada sektor alat berat pertambangan. Capaian ini menunjukkan bahwa energi terbarukan, khususnya biodiesel, semakin siap menjadi solusi strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika energi global.

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyampaikan, hasil sementara pengujian menunjukkan performa yang stabil.

"Secara umum, hasil sementara uji penggunaan B50 pada mesin diesel di sektor pertambangan menunjukkan performa yang stabil dan tidak ditemukan gangguan signifikan pada mesin. Ini menjadi indikasi positif bahwa biodiesel dapat diandalkan untuk mendukung operasional sektor industri," kata Eniya Listiani Dewi dalam pernyataan resmi, dikutip dari laman Kementerian ESDM, Selasa (7/4/2026).

Pengujian B50 dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas bahan bakar, performa mesin, ketahanan operasional, hingga stabilitas penyimpanan. Hingga akhir Maret 2026, uji ketahanan dinamis telah berjalan lebih dari 900 jam operasional tanpa indikasi gangguan mesin akibat kualitas bahan bakar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon