Kapal Pertamina Masih Tertahan di Timur Tengah, Gagal Lintasi Hormuz
Minggu, 19 April 2026 | 14:57 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Pertamina International Shipping (PIS) mengungkapkan dua kapalnya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih tertahan di kawasan Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan kondisi di jalur pelayaran strategis tersebut masih sangat dinamis.
“Kedua kapal PIS yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro saat ini masih berada di Teluk Arab dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. PIS terus memonitor secara saksama perkembangan situasi yang sangat dinamis di Selat Hormuz,” ujarnya dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kapal dapat melintas dengan aman.
“Kami terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk kementerian dan otoritas berwenang, sambil tetap menyiapkan perencanaan pelayaran (passage plan) yang aman,” kata Vega.
“Prioritas utama perusahaan adalah keselamatan seluruh awak kapal, keamanan kapal, serta muatannya,” ujarnya menegaskan.
PIS berharap situasi di Selat Hormuz segera membaik agar kedua kapal tersebut dapat melanjutkan perjalanan.
“Kami berharap kondisi di jalur tersebut segera membaik dan kondusif agar kapal Pertamina Pride serta Gamsunoro dapat segera melanjutkan pelayaran dengan aman,” katanya.
Sebelumnya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya di bawah kendali angkatan bersenjata Iran.
Pernyataan tersebut merujuk pada ketegangan yang dipicu oleh blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran yang masih berlangsung.
“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” kata komando gabungan IRGC, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
IRGC juga menegaskan bahwa situasi di jalur tersebut akan tetap berada dalam pengawasan ketat hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan pelayaran kapal menuju dan keluar dari Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




