Rupiah Hari Ini Dibuka Menguat ke Rp 17.281
Jumat, 24 April 2026 | 09:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah terpantau menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026).
Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot exchange, rupiah menguat 5 poin atau 0,03% ke level Rp 17.281 per dolar AS.
Sebelumnya, pada Kamis (23/4/2026), rupiah ditutup melemah 5 poin ke posisi Rp 17.286 per dolar AS. Pada perdagangan hari tersebut, rupiah sempat menembus level all time low di Rp 17.300 per dolar AS.
Mengutip MarketScreener, penguatan rupiah terjadi di tengah dolar AS yang berada pada jalur kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan, seiring terhentinya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang meredam ekspektasi pasar.
Indeks dolar AS tercatat bergerak tipis di level 98,81 dan masih berada dalam tren kenaikan mingguan sekitar 0,59%.
“Di tengah laporan bahwa pembicaraan antara AS dan Iran tidak menunjukkan kemajuan, harga minyak mentah tetap stabil, berkontribusi pada lingkungan dolar AS yang lebih kuat,” kata analis senior Mitsubishi UFJ Bank Akihiko Yokoo.
Di pasar mata uang lain, euro menguat tipis 0,02% menjadi US$ 1,1685, sementara pound sterling turun 0,01% ke US$ 1,3466.
Dolar AS sendiri masih mendapat dukungan sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global. Mata uang tersebut menguat sejak awal Maret 2026 seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap konflik geopolitik, meski sebagian penguatan tersebut mulai berkurang bulan ini karena meningkatnya optimisme terhadap potensi penyelesaian konflik.
Sementara itu, yen Jepang melemah 0,01% ke level 159,75 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kembali memperingatkan adanya kemungkinan tindakan tegas terhadap pergerakan spekulatif di pasar valuta asing.
“Dengan otoritas Jepang yang terus menekan pelemahan yen, sulit membayangkan yen melemah tajam di bawah 160 per dolar dalam waktu dekat,” ujar Yokoo.
Di sisi lain, inflasi inti konsumen Jepang melambat di bawah target 2% Bank of Japan selama dua bulan berturut-turut pada Maret. Namun, sejumlah analis memperkirakan inflasi akan kembali meningkat melampaui target dalam beberapa bulan ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




