Menkeu Purbaya Kenalkan Satgas Debottlenecking ke Investor Global
Selasa, 12 Mei 2026 | 19:04 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkenalkan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) atau Satgas debottlenecking kepada investor global sebagai kanal penyelesaian hambatan usaha di Indonesia.
Purbaya mengatakan satgas tersebut sebenarnya telah beroperasi sejak Desember 2025 untuk membantu menyelesaikan berbagai kendala bisnis yang dihadapi perusahaan domestik. Namun, keberadaan kanal pengaduan itu dinilai masih belum banyak diketahui investor asing.
“Salah satu (investor) dari Swiss bertanya kalau mau mengadu ke mana. Padahal kami pikir kita sudah terkenal, rupanya enggak. Jadi, saya bilang ke mereka nanti kami kasih informasi website mana yang mereka bisa taruh pengaduan mereka,” kata Purbaya seusai International Seminar on Debottlenecking Channel di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Menurut Purbaya, Satgas P2SP dirancang untuk mempercepat penyelesaian hambatan investasi dan usaha karena melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait.
Ia menegaskan seluruh kementerian/lembaga yang terlibat akan didorong bergerak cepat dalam menyelesaikan persoalan dunia usaha. Bahkan, pemerintah dapat memberikan sanksi berupa pemotongan anggaran bagi instansi yang dinilai tidak bekerja secara efisien.
Hal yang sama, kata dia, juga berlaku bagi pemerintah daerah yang terlibat dalam penanganan hambatan investasi.
“Mungkin mereka belum tahu gugus tugas ini seperti apa, kerja dan hasilnya seperti apa. Saya yakin ke depan kalau mereka sudah merasakan manfaat dari gugus tugas ini, mereka akan mempromosikan bahwa investasi di Indonesia akan lebih mudah dari sebelumnya,” ujar Purbaya.
Untuk memperluas informasi mengenai Satgas P2SP kepada investor global, Kementerian Keuangan turut menggandeng Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).
Purbaya berharap sinergi tersebut dapat membantu memperkenalkan kanal debottlenecking Indonesia melalui jaringan kedutaan besar RI di berbagai negara sehingga investor asing lebih mudah mendapatkan akses informasi ketika menghadapi kendala usaha di Indonesia.
“Kerja sama dengan Kemenlu amat penting sekali untuk menyebarkan ini kedutaan kita di seluruh dunia, sehingga investor yang mau masuk ke sini tahu harus ke mana kalau mereka mendapatkan hambatan ketika melakukan bisnis di sini,” kata Purbaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




