Rupiah Babak Belur, Dunia Usaha Tak Lagi Tenang
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:30 WIB
Dampak Pelemahan Rupiah
Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperingatkan dampak pelemahan rupiah akan terjadi secara bertahap apabila kondisi ini berlangsung lama.
Tahap pertama adalah kenaikan biaya impor, terutama untuk energi, bahan baku industri, pangan tertentu, obat-obatan, alat kesehatan, elektronik, hingga komponen otomotif.
Tahap berikutnya adalah meningkatnya biaya produksi dan logistik karena pelaku usaha harus menanggung kenaikan harga bahan baku dan transportasi akibat kurs dolar yang lebih mahal. Tekanan juga akan dirasakan APBN, terutama apabila harga minyak tetap tinggi.
Menurut simulasi Permata Bank, kenaikan harga minyak 10% dapat menekan transaksi berjalan sekitar 0,12% terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menambah beban subsidi energi hingga Rp 97 triliun.
“Jadi, pelemahan rupiah yang berlangsung lama tidak hanya memukul pasar keuangan, tetapi juga harga barang, daya beli, APBN, dan sektor riil,” jelas Josua.
Bagi masyarakat, pelemahan rupiah akan terasa melalui kenaikan harga barang dan biaya hidup, meski tidak seluruh harga naik secara bersamaan. Inflasi April 2026 memang masih relatif rendah di level 2,42% secara tahunan (year on year/yoy). Namun, tekanan biaya di tingkat produsen mulai meningkat akibat kenaikan harga energi dan pelemahan rupiah.
Apabila pelaku usaha tidak mampu menahan kenaikan biaya produksi, harga jual barang diperkirakan akan naik secara bertahap.
Menurut Josua, kelompok masyarakat menengah dan bawah akan menjadi yang paling terdampak karena sebagian besar pengeluaran mereka digunakan untuk kebutuhan pokok, transportasi, energi, dan cicilan.
“Dengan kata lain, rupiah yang melemah terlalu lama akan menggerus daya beli, bahkan ketika angka pertumbuhan ekonomi masih terlihat tinggi,” katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




