Rupiah Babak Belur, Dunia Usaha Tak Lagi Tenang
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:30 WIB
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso juga menyampaikan, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini terutama dipengaruhi oleh faktor global. Dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan AS, telah mendorong kenaikan harga minyak dunia dan berujung pada penguatan dolar AS.
“Pergerakan nilai tukar di berbagai negara itu sangat dipengaruhi oleh dinamika global, terutama konflik Timur Tengah yang mengakibatkan naiknya harga minyak,” ujar Denny di kantor BI, Rabu (13/5/2026).
Ia menjelaskan, sejak konflik Timur Tengah memanas pada akhir Februari 2026 hingga saat ini, harga minyak dunia telah melonjak lebih dari 40%. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada pelemahan nilai tukar berbagai negara, termasuk Indonesia.
Lebih lanjut, Denny menyampaikan, sesuai penjelasan Gubernur BI Perry Warjiyo, tekanan global juga berasal dari kecenderungan meningkatnya suku bunga di Amerika Serikat.

Ia mencontohkan, imbal hasil (yield) US Treasury tenor 10 tahun kini sudah mendekati 4,5%, naik dari sekitar 4% pada akhir Februari 2026 atau meningkat sekitar 10%. Kondisi ini turut dipengaruhi oleh penguatan indeks dolar AS.
“Faktor global ini membuat mayoritas mata uang dunia juga melemah, tidak hanya rupiah. Ada peso Filipina, baht Thailand, rupee India, peso Chile, hingga won Korea,” tuturnya.
Sementara dari dalam negeri, permintaan dolar AS juga meningkat seiring musim repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta kebutuhan valas untuk musim haji.
Bank Indonesia optimistis nilai tukar rupiah akan kembali stabil dan cenderung menguat meski saat ini masih berada di level Rp 17.500 per dolar AS. Keyakinan tersebut didasarkan pada fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat dibandingkan banyak negara lain.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




