Industri Kakao Potensial Dibangun di Sultra
Senin, 5 Oktober 2015 | 00:02 WIB
Kendari - Industri kakao sangat potensial dibangun di Sulawesi Tenggara (Sultra) karena produksi biji kakao untuk bahan baku industri tersebut cukup tersedia di daerah ini.
"Produksi tanaman kakao kita di Sultra setiap tahun cukup banyak, yakni rata-rata mencapai 157.537 ton," kata Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara HM Saleh Lasata di Kendari, Minggu.
Produksi tanaman kakao sebanyak itu, kata dia, bisa memenuhi kebutuhan bahan baku industri kakao puluhan unit.
"Kalau setiap industri membutuhkan bahan baku sebanyak 5.000 ton kakao per tahun, maka produksi kakao Sultra bisa memenuhi kebutuhan industri kakao sebanyak kurang lebih 30 industri," katanya.
Menurut dia, belum adanya inudstri kakao di daerah ini menyebabkan produksi kakao Sultra hanya diperjualbelikan melalui perdagangan antarpulau dengan daerah tujuan terbesar adalah Makassar, Sulawesi Selatan dan Surabaya, Jawa Timur.
Melalui kedua daerah tersebut, lanjutnya, produksi kakao asal Sultra diekspor ke berbagai negara sehingga yang memperoleh manfaat dari perdagangan kakao tersebut adalah Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.
"Kalau industri kakao sudah berdiri di daerah ini, maka masyarakat Sultra bisa mendapatkan manfaat perdagangan produksi kakao tersebut," katanya.
Selain para petani bisa mendapatkan jaminan kepastian harga biji kakao sesuai standar, masyarakat juga sebagian bisa terserap menjadi tenaga kerja di industri kakao.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




