ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wapres Tinjau Industri Kakao di Sultra

Minggu, 20 Desember 2015 | 17:46 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Wapres Jusuf Kalla
Wapres Jusuf Kalla (Antara/Widodo S Jusuf)

Kendari - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla meninjau lokasi pabrik pengolahan biji kakao yang berada di Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pantauan di Lokasi, Minggu, Wapres Jusuf Kalla saat melakukan peninjauan pabrik pengolahan biji kakao tersebut didampingi oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Saleh Husin, Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bakti, Gubernur Sultra H Nur Alam, Ketua DPRD Sultra H Abdur Rahman saleh dan sejumlah pejabat lingkup pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan adanya pabrik pengolahan kakao yang dilakukan oleh PT Kalla Kakao Industri (Kalla Group) yang merupakan salah satu pabrik kakao yang menggunakan teknologi termodern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas kakao di daerah tersebut.

"Produksi kakao kita di Sultra besar, Kita merupakan penghasil kakau terbesar di Indonesia. maka dengan adanya pabrik ini akan semakin menguatkan kita sebagai daerah yang bukan saja penghasil biji kakao tetapi juga merupakan daerah penghasil coklat,"ujar Gubernur Sultra Nur Alam.

ADVERTISEMENT

Di mana, lanjutnya, pabrik kakao tersebut merupakan angin segar bagi masyarakat Sultra, khususnya petani kakao selaku salah satu daerah penghasil kakao di Indonesia sebab hasil panen mereka dapat langsung dijual di pabrik tersebut.

Pabrik kakao tersebut, dikelola oleh PT Kalla Kakao Industri dan terletak di atas lahan seluas 5 hektare serta memiliki kapasitas produksi 35.000 ton per tahun. pabrik itu dapat mengolah biji kakao menjadi bubuk cokelat, cokelat cair, dan butter.

Dengan adanya industrialisasi komoditi kakao akan membawa cokelat hasil produksi akan dikonsumsi oleh masyarakat internasional dan sekaligus akan meningkatkan pertumbuhan perekomomian masyarakat Sultra dari semua aspek.

Produksi cokelat PT Kalla Kakao Industri tersebut ditujukan untuk ekspor ke sejumlah negara yang menyukai cokelat, seperti Tiongkok, India, Australia, dan negara di Timur Tengah.

Untuk menjamin kualitas pengolahan, Kalla Kakao mendatangkan mesin khusus dari Jerman yang memiliki sertifikat berstandar internasional dan menyiapkan gudang penampungan biji kakao berkapasitas 1.500 ton.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon