ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wapres Pimpin Rakor Pengembangan Kakao di Kendari

Minggu, 20 Desember 2015 | 18:08 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memperhatikan buah kakao saat melakukan peninjau di salah satu perkebunan kakao di desa Alebo kecamatan Konda, Konawe Selatan, Kendari, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015.
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) memperhatikan buah kakao saat melakukan peninjau di salah satu perkebunan kakao di desa Alebo kecamatan Konda, Konawe Selatan, Kendari, Sulawesi Tenggara, 20 Desember 2015. (Antara/Jojon)

Kendari - Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin rapat koordinasi pengembangan kakao pada empat provinsi produsen kakao di Sulawesi, bertempat di Kendari, Minggu.

Empat Gubernur provinsi penghasil kakao di Sulawesi, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam.

Pada rapat rakor kakao itu, hadir pula dua menteri terkait yakni Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perindustrian Saleh Husin, hadir pula beberapa bupati penghasil kakao di Sultra.

Jusuf Kalla meminta komitmen dan tekat dari pemerintah daerah untuk mendukung upaya pemerintah menjadi produsen kakao nomor satu di dunia.

ADVERTISEMENT

"Untuk menjadi produsen kakao nomor satu di dunia maka kita harus memiliki target produksi. Kemudian upaya yang dilakukan untuk mencapai produksi terbesar," katanya.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla membahas apa yang menjadi kendala dalam peningkatan produksi kakao dan peningkatan kualitas biji kakao di empat daerah itu.

"Kita juga ingin mengetahui apa kendala petani dalam mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR) dari bank yang dipercaya untuk menyalurkan dana itu," katanya.

JK juga menyampaikan bahwa untuk menjadi produsen kakao terbesar di dunia maka target produktivitas kalao adalah satu ton per hektare.

"Sementara rata-rata produktivitas kakao saat ini hanya berkisar 500 kg per hektare," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon