Komitmen Perguruan Tinggi Menggali Ekonomi Pancasila Masih Rendah
Sabtu, 4 Februari 2017 | 07:06 WIB
Jakarta – Komitmen perguruan tinggi atau dunia kampus untuk menggali sistem ekonomi Pancasila masih sangat rendah. Salah satu tolok ukurnya adalah masih minimnya keberadaan lembaga-lembaga kajian yang mendalami dan mendorong penerapan sistem perekonomian Pancasila. Padahal, nilai-nilai Pancasila yang menopang sistem perekonomian masih sangat relevan bagi Indonesia.
Demikian disampaikan Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PSEP) Universitas Trilogi Setia Lenggono dan pengajar Universitas Trilogi Muhamad Karim di Jakarta, Jumat (3/2).
Minimnya komitmen itu, kata Lenggono, bisa dilihat dari hampir tidak adanya lembaga atau wadah kajian dan orang-orang yang mendalami nilai-nilai ekonomi Pancasila. Ada beberapa kampus yang sudah merintis kajian ekonomi Pancasila pun cenderung tidak berkembang dan menggeser fokus kajian yang bersifat kerakyatan. Seperti diketahui, salah satu pemikir ekonomi Pancasila yakni Mubyarto yang merintis pusat studi ekonomi Pancasila di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) harus terus dikembangkan oleh berbagai perguruan tinggi lainnya.
"Kehadiran lembaga atau wadah yang mengkaji dan mendorong penerapan ekonomi Pancasila masih sangat minim. Untuk itu para pemikir yang mendalami ekonomi Pancasila perlu mendorong lembaga kajian sebagaimana bidang kajian lainnya," kata dia.
Dikatakan, ada beberapa perguruan tinggi yang justru mempunyai lembaga kajian Pancasila secara umum sehingga perlu dipertajam lagi dengan mendalami ekonomi Pancasila. Pihaknya juga mendorong dan mengajak sejumlah perguruan tinggi mulai menggali prinsip-prinsip ekonomi Pancasila. Hal itu sudah dirintis dengan membuat deklarasi bersama dari tujuh perguruan tinggi pada bulan September 2016 lalu untuk menerapkan sistem ekonomi Pancasila dalam kurikulum pendidikan nasional.
Muhamad Karim yang juga peneliti PSEP mengatakan, dalam mendorong penerapan ekonomi Pancasila, pihaknya juga sudah membuat sejumlah kajian yang dituangkan dalam beberapa buku. Salah satunya, Sistem Ekonomi Pancasila, yang bisa digunakan sebagai buku pegangan dalam perkuliahan.
"Saat ini kajian tentang ekonomi Pancasila masih sangat minim dan ada komitmen bersama dari beberapa kampus untuk mulai menggalinya. Padahal, situasi saat ini sangat relevan untuk melihat kembali arah pembangunan Indonesia dengan semangat pendiri bangsa dalam Pancasila," ujarnya.
Dalam forum terpisah, Rektor Universitas Trilogi Asep Saefuddin yang juga merupakan Wakil Ketua terpilih Forum Rektor Indonesia (FRI) 2017-2018 menjelaskan salah satu rekomendasi dalam konferensi FRI 2017 adalah mendorong revitalisasi sistem ekonomi dan demokrasi Pancasila.
Menurut Asep, rekomendasi itu juga menindaklanjuti kelompok kerja (pokja) terkait revitalisasi sistem ekonomi dan demokrasi Pancasila untuk dikaji dan diimplementasikan karena merupakan kekayaan bangsa Indonesia dan menjadi mazhab ekonomi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




