ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ESDM Bagikan 100 Paket Lampu Tenaga Surya di Pulau Buru

Selasa, 19 Desember 2017 | 14:35 WIB
RP
WP
Penulis: Rangga Prakoso | Editor: WBP
Ilustrasi listrik masuk desa.
Ilustrasi listrik masuk desa. (Antara)

Buru - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membagikan 100 paket Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada warga Desa Waengapan, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, Maluku. Penyerahan itu dilakukan secara simbolis oleh Kepala Unit Pengendalian dan Percepatan Pembangunan Infrastruktur (UP3I) Kementerian ESDM Simon Laksmono Himawan kepada Kepala Desa Waengapan Antonnius Nurlatu di Balai Desa Waengapan, Selasa (19/12).

Simon mengatakan pembagian paket ini diperuntukkan bagi 100 rumah tangga di Desa Waengapan. Program LTHSE merupakan pra-elektrifikasi. Pasalnya, paket ini hanya untuk penerangan dan mengisi baterai ponsel. "Seluruh Indonesia masih ada 2.500 desa yang belum tersentuh listrik. Di Maluku ada beberapa termasuk di Waengapan," kata Simon dalam sambutannya di Buru, Selasa (19/12).

Simon menerangkan, paket LTSHE ini terdiri empat buah lampu dengan daya 3 watt serta satu panel tenaga surya berkapasitas 30 watt peak. Seluruh instalasi ini dikerjakan oleh Kementerian ESDM dan gratis bagi masyarakat.

Dia bilang paket ini memiliki masa waktu tiga tahun semenjak pemasangan. Selama tiga tahun, seluruh paket memiliki garansi. Artinya, bila ada kerusakan maka akan diganti tanpa dikenakan biaya. "Setelah tiga tahun, maka jaringan PLN akan masuk. LTSHE ini menberi waktu bagi PLN membangun jaringan. Untuk Waengapan, paling lambat 2020 listrik PLN akan masuk," terangnya.

ADVERTISEMENT

Untuk mencapai Desa Waengapan sekitar tiga jam berkendara dari Bandara Namrole. Kontur akses menuju lokasi berbukit, dan sebagian sudah dilapisi aspal. Di beberapa titik merupakan rawan longsor. Waengapan merupakan desa perintis dalam program pemerintah di 2011. Adapun rumah penduduk semi permanen dan beratapkan seng. Potongan kayu meranti yang disusun menjadi dinding rumah.

Antonnius menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat menyusul wilayahnya sudah terang di malam hari. Penduduk Waengapan yang mayoritas bermata pencaharian penyuling minyak kayu putih ini senang. Sebelum ada paket LTSHE ini penerangan di malam hari mengandalkan pelita yang menggunakan getah damar. "Kami berterima kasih masyarakat menikmati penerangan," ujarnya.

Simon menerangkan program LTSHE hanya berlaku selama dua tahun atau periode 2017-2018. Tercatat sekitar 2.519 desa dengan 256.114 rumah masih gelap gulita.

LTSHE dipasang di lima provinsi di Indonesia dan diharapkan dapat melistriki 80.332 rumah. Sedangkan pada tahun 2018, pemasangan LTSHE direncanakan untuk 15 provinsi dan dapat melistriki 175.782 rumah.

Diketahui, paket LTSHE ini minim perawatan. Panel surya yang dipasang miring mengikuti pergerakan matahari melewati khatulistiwa. Posisi miring itu membuat debu kotoran tidak melekat. Adapun empat buah lampu memiliki kelebihan antipecah ketika jatuh atau terbentur serta tahan air. Lampu bisa menyala selama 12 jam dan memiliki pengatur tingkat pencahayaan.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon