Dorong Supply Chain Perikanan, Kadin Berdayakan Ekonomi Digital
Kamis, 25 Juli 2019 | 18:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama perusahaan e-commerce dan asuransi terkemuka di Indonesia menandatangani nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan World Logistics Council (WLC) untuk mendigitalisasi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) beserta para mitra dagang secara global melalui Platform Ekonomi Digital inovatif.
"Adanya kerja sama dengan World Logistic Council akan membantu program Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan mendigitalisasi sistem suply chain perikanan Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto, di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Yugi mengatakan, melalui kerja sama ini, perusahaan di Indonesia dapat memanfaatkan platform digital untuk mendorong para pelaku usaha di Indonesia dan mitra dagangnya agar lebih kompetitif untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih besar pada abad ke-21. "Digitalisasi ini akan meminimalisasi biaya logistik sekitar 30 persen hingga 40 persen," jelas Yugi.
Menurut Yugi, para penandatangan nota kesepahaman bertekad mengimplementasikan transformasi ekonomi digital di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi canggih sehingga dapat menciptakan perdagangan baru senilai US$156 miliar dan membuka 11 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.
Platform ini, lanjut Yugi, akan diluncurkan melalui program Asia Benchmark Trade Lane (BTL), sebuah program pengembangan ekonomi nyata yang akan mencapai tingkat efisiensi dan kemakmuran ekonomi, terutama bagi segmen UKM.
Sementara itu, chairman World Logistics Council (WLC), Captain Salloum, mengatakan, platform ekonomi digital ini menyediakan ribuan aplikasi bisnis gratis yang mendigitalisasi value chain global dari pasar business to business (B2B) sebesar US$ 150 triliun melalui penggunaan Artificial Intelligence (AI), analisis Big Data, dan teknologi Blockchain.
"Platform ini menyediakan integrasi point-to-world yang mulus melalui plug-in atau portal-in access untuk perusahaan besar, menengah dan kecil untuk mengakses fitur-fitur inovatif yang mengurangi risiko perdagangan, biaya, dan menciptakan akses yang lebih besar ke layanan finansial dan asuransi," kata Captain Salloum.
Hal itu, lanjut Captain Salloum, akan memberdayakan dimensi e-Logistics, e-Commerce, e-Finance, dan e-Insurance ke tingkat efisiensi abad ke-21 yang sepenuhnya baru.
Founder Kresna Group, Michael Steven, mengaku gembira dapat berkontribusi dalam memberdayakan UKM Indonesia dengan para mitra dagangnya melalui inisiatif ekonomi digital ini.
"Program ini selaras dengan salah satu upaya kami dalam meningkatkan efisiensi supply chain, khususnya di bidang kelautan dan agrikultur. Melalui bisnis asuransi dan digital yang kami miliki, kami akan terlibat penuh dalam membantu nelayan dan petani menjual produk mereka misalnya, serta membuka lebih banyak peluang melalui digitalisasi," kata Michael Steven.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




