ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

RRI dan Iconomics Research Apresiasi 41 BUMN terbaik

Jumat, 27 September 2019 | 11:36 WIB
AP
AO
Penulis: Asni Ovier Dengen Paluin | Editor: AO
Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin (kiri), Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro (tengah), dan CEO & Founder Iconomics Bram S Putro (kanan) berfoto bersama dalam acara Malam Penganugerahan RRI BUMN Award 2019 di Auditorium Yusuf Ronodiputro, Gedung RRI, Jakarta, Kamis, 26 September 2019 malam.
Direktur Utama LPP RRI M Rohanudin (kiri), Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro (tengah), dan CEO & Founder Iconomics Bram S Putro (kanan) berfoto bersama dalam acara Malam Penganugerahan RRI BUMN Award 2019 di Auditorium Yusuf Ronodiputro, Gedung RRI, Jakarta, Kamis, 26 September 2019 malam. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - RRI dan Iconomics Research memberikan apresiasi kepada 41 perusahaan BUMN yang sudah menjalankan dengan baik fungsi dan perannya, baik sebagai perwakilan negara di sektor bisnis maupun sebagai korporasi yang mencari keuntungan. Apresiasi bertajuk "RRI BUMN Award 2019" ini diberikan dengan mempertimbangkan empat kategori.

Kategori pertama adaah market domination berupa penghargaan kepada BUMN yang berhasil menjadi market leader di tengah persaingan yang ketat di industri yang menjadi core bisnisnya.

Director of Iconomics Research Alex Mulya menyebutkan, sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. "BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari keuntungan," ujarnya dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Jumat (27/9/2019).

Kedua, brand awareness dan brand image yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjaga citra dan reputasi perusahaan di tengah persaingan usaha yang ketat. Ketiga, customer service quality yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil memberikan pelayanan yang baik kepada customer baik secara offline maupun online

ADVERTISEMENT

Kategori terakhir adalah social economy contribution, yaitu apresiasi kepada BUMN yang memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang besar kepada masyarakat. Penilaian terhadap empat kategori tersebut dilakukan melalui beberapa metode, salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pakar untuk mengetahui penilaian mereka terhadap BUMN.

Sementara itu, Sekretaris Kementrian BUMN, Imam S Putro mengatakan, BUMN adalah perpanjangan tangan negara di sektor bisnis. Sebagai reprsentasi negara, BUMN memiliki tanggung jawab membantu pemerintah mewujudkan cita-cita luhur berdirinya negara yaitu mensejahterakan rakyat.

Karena itu, dalam menjalankan bisnis, BUMN tidak hanya berorientasi mencari keuntungan, tetapi juga mendistribusikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara Indonesia. Sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang kini sedang digalakkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah salah satu contoh nyata.

"Sepanjang 2014-2018, keberadaan BUMN dinilai banyak kemajuan, khususnya dalam menjalankan dua fungsi utama, yakni agen pencipta nilai dan agen pembangunan. Awal Kementerian BUMN dipimpin Rini Soemarno, dicanangkan lima target besar, yaitu pembangunan Indonesia sentris, ketahanan energi dan pangan, pembangunan infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)," katanya.

Tanpa sinergi BUMN, infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi tak akan dibangun dengan cepat. Tetapi, BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari profit atau keuntungan.

Dalam upaya mencari keuntungan itu, BUMN bersaing sekaligus bersinergi dengan sesama BUMN. BUMN juga bersaing dengan perusahan swasta dalam satu sektor yang sama.

Dua peran vital BUMN ini mesti dijaga keseimbangannya. Karena itulah aspek-aspek seperti penguasaan pasar atau market domination, brand awareness, customer satisfaction, dan social economy contribution adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan sebuah perusahaan BUMN, baik sebagai perwakilan pemerintah di sektor bisnis maupun sebagai korporasi yang bertujuan mencari keuntungan.

Direktur Utama LPP RRI, M Rohanuddin mengatakan, RRI dan Iconomics Research juga melakukan survei di 10 kota dengan jumlah lebih dari 10.000 responden. Responden dalam survei ini adalah para milenial yang dibagi dalam dua kelas yaitu kelompok usia yaitu early milenial, mid milenial dan late milenial.

"Kelas selanjutnya, kelompok milenial berdasarkan pengasilan, yaitu low income, mid income dan high income. Dari berbagai macam penilaian, RRI dan Iconomics Research akhirnya mendapatkan 41 BUMN yang dianggap berhasil dan mendapatkan apresiasi kategori Gold,"paparnya.

BUMN yang mendapatkan kategori Gold tersebut adalah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dengan kategori gold Market Domination, Brand Strength, Social Economy Contribution.

Pada kategori gold Brand Strength ada PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (Persero) III, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Brand Strength PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk kategori Brand Strength.

Lalu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di kategori gold Social Economy Contribution. Kemudian, Perum Perhutani, PT Pembangkit Jawa Bali, dan PT Indonesia Power mendapatkan kategori gold Social Economy Contribution.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon