ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sumbangan 17 Subsektor Ekonomi Kreatif pada PDB Diperkirakan Rp 1.100 T.

Minggu, 30 Agustus 2020 | 16:21 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Menparekraf Wishnutama Kusubandio melakukan simulasi pembukaan bioskop  dengan protokol kesehatan, di XXI Plaza Senayan, belum lama ini.
Menparekraf Wishnutama Kusubandio melakukan simulasi pembukaan bioskop dengan protokol kesehatan, di XXI Plaza Senayan, belum lama ini. (Humas Kemparekraf/isimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi yang besar pada PDB nasional. Berdasarkan data OPUS Ekonomi Kreatif 2020, sumbangan 17 subsektor ekonomi kreatif pada PDB nasional diperkirakan mencapai Rp 1.100 triliun.

Sementara itu menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2017, Wishnutama menyampaikan Indonesia menjadi negara ketiga setelah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan yang memiliki kontribusi ekonomi kreatif terbesar bagi perekonomian nasional. Sumbangan ekonomi kreatif di AS pada ekonomi nasional sebesar 11,36 persen, Korea Selatan 8,9 persen, dan Indonesia sebesar 7,28 persen.

"Tiga kontributor terbesar PDB ekonomi kreatif Indonesia adalah subsektor kuliner sebanyak 41 persen, fashion 17 persen, dan kriya sekitar 14,9 persen. Ketiga sektor ini juga merupakan penyumbang ekspor teratas. Fashion sekitar 60 persen, kriya 32 persen, dan kuliner sebesar 6 persen. Sementara untuk ekspor subsektor lainnya masih memiliki tantangan karena belum semua subsektor ekonomi kreatif melakukan aktivitas ekspor secara konsisten setiap tahunnya," kata Wishnutama dalam High Impact Seminar yang merupakan rangkaian acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) secara virtual, Minggu (30/8/2020).

ADVERTISEMENT

Dari 17 subsektor ekonomi kreatif, menurut Wishnutama, terdapat tiga subsektor prioritas yang memiliki potensi ke depan, yaitu subsektor film, musik, serta aplikasi dan gim. "Ini juga perlu menjadi perhatian kita, bagaimana subsektor ini bukan hanya unggul di Indonesia, tetapi juga harus dapat berkompetisi di pasar internasional. Kita bisa belajar dari Korea Selatan bagaimana membuat subsektor ini dapat menjadi penghasil devisa yang sangat besar untuk mereka," kata Wishnutama.

Pada 2017, kontribusi sektor prioritas tersebut terhadap PDB nasional yaitu film US$ 1,8 triliun, musik US$ 4,8 triliun, kemudian aplikasi dan gim US$ 19 triliun. Ketiga subsektor ini dipilih menjadi subsektor prioritas karena daya ungkit yang besar, sehingga mampu mendorong subsektor lainnya untuk bergerak. "Subsektor ini mungkin sementara ini masih kecil, tetapi mereka bisa mendorong subsektor lainnya. Misalnya jika kita bicara film, kita bisa mempromosikan baju-baju Indonesia atau destinasi wisata di Indonesia, dan banyak hal lainnya," kata Wishnutama.

Kemparekraf terus mendorong pelaku ekonomi kreatif di Indonesia untuk melakukan transformasi dan mendorong munculnya varian produk lokal baru yang mampu bersaing di pasar internasional, bukan hanya di dalam negeri. "Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, sehingga bisa menjadi modal berharga bagi ekonomi kreatif. Hal ini akan menjadi pembeda antara produk kita dengan yang lain," kata Wishnutama.

Terkait pariwisata yang merupakan bagian tak terpisahkan dari ekonomi kreatif, Wishnutama menyampaikan daya tarik harus terus diciptakan. Keindahan alam dan budaya merupakan anugerah, tetapi yang penting adalah bagaimana pariwisata kita bisa bersaing dengan negara lain melalui berbagai kreativitas.

"Belanja kuliner dan kriya merupakan pengeluaran terbesar wisatawan setelah akomodasi. Wisata saat ini bukan hanya destinasi atau kebudayaan, tetapi tujuan wisata saat ini sudah mengalami banyak perubahan. Kuliner bisa menjadi salah satu daya tarik wisata, atau kegiatan-kegiatan yang bisa menciptakan daya tarik tersendiri yang akhirnya bisa menciptakan devisa besar. Kita bisa memberikan daya tarik tersebut melalui kreativitas," kata Wishnutama.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon