Wishnutama: Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 150 Miliar
Minggu, 28 Februari 2021 | 05:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) yang juga praktisi digital dan ekraf, Wishnutama Kusubandio menilai peluang digital di Indonesia sangatlah besar, bahkan bisa mencapai US$ 150 miliar di tahun 2025 mendatang bila dibangun dengan benar.
Untuk itu, Komisaris Utama Telkomsel tersebut meminta masyarakat mendukung kedaulatan dan kemandirian digital di Indonesia sebagaimana disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada peluncuran program konektivitas digital 2021.
Wishnutama menilai potensi dan peluang digital di Indonesia ke depan sangat besar dan luar biasa. Menurutnya peluang dan kesempatan ini tentu harus segera dimanfaatkan benar.
"Kalau Indonesia mau unggul di era digital saat ini, salah satu hal yang sangat strategis dengan mewujudkan kedaulatan digital sebagai bangsa yang berdaulat. Kita harus sangat mendukung apa yang disampaikan Bapak Presiden karena potensi digital di Indonesia ke depan itu sangat luar biasa dan sangat besar sekali potensi dan peluangnya untuk bangsa Indonesia," jelasnya kepada Beritasatu.com di Jakarta, Sabtu (27/2/2021).
Potensi digital ini juga akan berdampak pada perekonomian nasional karena transformasi yang berkembang di dalamnya. Wishnu mengatakan, sudah menjadi keharusan sebuah bangsa agar masyarakatnya bisa merasakan dampak yang bagus dari digitalisasi.
"Namun bila kita coba melihat secara realistis dengan kondisi sekarang, Indonesia digital kompetitif masih dari 63 negara di dunia, kita ada di bottom ten, posisi Indonesia di 56. Ini harus diperbaiki dengan menciptakan talenta-talenta baru dan start up baru dan nantinya kita yang merasakan manfaatnya, bukan bangsa lain atau asing," urai dia.
Menurut Wishnutama, dengan adanya kedaulatan digital ini artinya saat ini kedaulatan bukan hanya bicara terkait wilayah tetapi juga dalam berdigital. Oleh karena itu, hal tersebut menjadi sangat penting mengingat potensi Indonesia di era digital ini dan ke depannya akan sangat luar biasa.
Diakui, saat dirinya menjabat sebagai Menparekraf ia ingin produk-produk ekonomi kreatif yang terdiri dari 17 sub sektor bisa berkompetisi dengan produk-produk asing, seperti halnya aplikasi, games, film, dan produk lainnya.Hal ini sulit terwujud jikalau tidak ada kedaulatan digital dan peluang kompetisi sulit tercapai.
Dia juga menekankan bahwa dalam kedaulatan digital tidak ada penilaian ideal atau tidaknya. Konteks kedaulatan digital merupakan suatu keharusan sebagai sebuah negara yang berdaulat apalagi Indonesia memiliki potensi digital yang sangat besar.
"Potensi digital kita sangat besar, pasar juga besar nomor empat di dunia. Jadi, seharusnya kita mendapatkan banyak peluang ke depan untuk menjadi bagian daripada kemajuan perekonomian digital dunia," tutur Komisaris Utama Tokopedia tersebut.
Untuk mencapai hal tersebut, salah satu hal yang penting adalah regulasi pemerintah. Menurutnya, jangan sampai Indonesia hanya menjadi bangsa yang konsumtif, melainkan juga harus kreatif dan inovatif.
"Jadi jangan sampai kita Indonesia hanya menjadi bangsa konsumtif karena terus menerus menggunakan produk digital milik negara lain. Sudah saatnya kita membangun ke arah kedaultan digital dan menjadi penggerak konektivitas digital di negeri sendiri," tutup dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




