ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bank dan Lembaga Keuangan Masih Target Utama Penjahat Siber

Rabu, 17 Maret 2021 | 17:52 WIB
EK
FH
Penulis: Emanuel Kure | Editor: FER
Ilustrasi ransomware.
Ilustrasi ransomware. (Dok. Cisco)

Jakarta, Beritasatu.com - Peneliti Kaspersky mengungkapkan, sektor perbankan dan lembaga layanan keuangan di kawasan Asia Tenggara masih menjadi target utama kalangan penjahat siber. Hal itu berdasarkan tren yang dicatat oleh Kaspersky pada tahun lalu, yang menyebutkan bank dan lembaga keuangan merupakan sektor kedua dan ketiga yang paling ditargetkan secara global. Tren tersebut, diyakini akan berlanjut pada tahun ini.

"Bank tetap menjadi target menawan bagi pelaku kejahatan siber. Faktanya, data dari Kaspersky's GReAT mengungkapkan bahwa bank dan lembaga keuangan merupakan sektor kedua dan ketiga yang paling ditargetkan tahun lalu, secara global," kata Seongsu Park, Peneliti Keamanan Senior (GReAT) Kaspersky, Seongsu Park, melalui siaran persnya, Rabu (17/3/2021).

Salah satu kampanye yang menargetkan bank di Asia Tenggara adalah malware JsOutProx. Meskipun malware ini saat ini bukanlah jenis yang sangat canggih, para ahli Kaspersky mencatat upayanya yang terus menerus untuk menyusup ke bank di wilayah tersebut.

Menurut Park, para pelaku kejahatan siber di balik modul malware ini, mengeksploitasi nama file yang yang terkait bisnis-bank dan menggunakan file skrip yang sangat kabur, sebuah taktik anti-evasion atau anti-penghindaran. Teknik rekayasa sosial ini khususnya memangsa pegawai bank untuk masuk ke dalam jaringan lembaga.

ADVERTISEMENT

"JSOutProx dapat memuat lebih banyak plugin untuk melakukan tindakan berbahaya terhadap korbannya termasuk akses jarak jauh, eksfiltrasi data, pengambilalihan server perintah dan kontrol (C2), dan banyak lagi," jelasnya.

Selain itu, para penjahat siber juga manargetkan bisnis mata uang kripto yang muncul di Asia Tenggara. Seiring meningkatnya nilai mata uang kripto, banyak kelompok aktor ancaman sekarang melancarkan serangan online terhadap sektor ini.

Peneliti Kaspersky baru-baru ini mengidentifikasi salah satu pertukaran mata uang kripto di wilayah tersebut telah disusupi. Hasil penyelidikan forensik menyeluruh, dipastikan bahwa kelompok Lazarus berada di balik serangan yang terdeteksi di Singapura belum lama ini.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon