KKP Dorong Kabupaten Biak Numfor Jadi Daerah Pengekspor Ikan
Kamis, 18 Maret 2021 | 13:38 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan (SKPT) Biak Numfor, Papua terus menunjukkan hasil positif. Ketua DPRD Kabupaten Biak Numfor, Milka Rumaropen, mengatakan, pengiriman perdana 17 ton ikan pelagis kecil ke pasar domestik menjadi tonggak kebangkitan industri perikanan daerah yang terletak di kawasan Teluk Cenderawasih.
Pengiriman tersebut dilakukan oleh Unit Usaha berbentuk koperasi yang terdapat di area SKPT, komoditas yang berhasil menjangkau pasar domestik adalah ikan baby tuna, cakalang, layang, dan deho.
Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, mengatakan, pihaknya bangga dengan adanya kegiatan ini, program SKPT Biak Numfor bisa terlaksana karena sinergitas seluruh stakeholder, KKP juga membangun Integrated Cold Storage (ICS) dan telah diserahterimakan ke Pemda Biak Numfor.
Integrated Cold Storage berkapasitas 200 ton memiliki Cold Storage 2 Unit, masing masing berkapasitas 100 ton, ICS dikelola oleh koperasi lokal yaitu koperasi Syaloom dan menyerap 16 tenaga kerja yang mayoritas orang asli Papua.
Sebelum pengiriman ikan perdana dilakukan, produk ikan beku yang dihasilkan ICS juga untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran dan rumah makan.
Direktur Usaha dan Investasi Ditjen PDSPKP KKP, Catur Sarwanto, mengatakan, KKP mendorong Kabupaten Biak Numfor menjadi sentra pangan dengan ikan sebagai komoditas utamanya, melalui pembangunan SKPT diharapkan misi tersebut terwujud.
Hasil produksi perikanan tangkap dari 2016-2019 mengalami peningkatan sebesar 35%, pada tahun 2016 produksi hasil tangkapan nelayan hanya sebesar 56.960 ton dan menjadi 76.847 ton di tahun 2019. "Pengiriman perdana 17 ton ikan beku yang dihasilkan ICS SKPT Biak Numfor dilakukan di kawasan PPI Fandoi," ujar dia di Jakarta, Kamis (18/3/2021).
Untuk kemajuan SKPT sesuai dengan prioritas Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengembangkan sentra industri perikanan dalam rangka peningkatan ekonomi masyarakat termasuk kesejahteraan nelayan.
Di sisi lain, sebanyak 447 ekor Kepiting Bakau Hidup dari Gorontalo berhasil menembus pasar Singapura, komoditas tersebut dihasilkan oleh UMKM berbentuk usaha dagang dan menjadi ekspor perdana sejak UMKM ini beroperasi.
Kelapa Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina mengatakan, dalam kegiatan ini juga diserahkan Health Certificate dan Nota Pelayanan Ekspor kepada perwakilan eksportir, penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Stasiun KIPM Gorontalo dan Kepala Kantor Bea dan Cukai Gorontalo.
Selama Februari telah dilakukan 25 pengiriman produk perikanan dari Gorontalo ke pasar ekspor dengan nilai mencapai US$ 19.298.
Jepang dan Singapura menjadi dua negara tujuan ekspor Gorontalo, khusus untuk Jepang, Frekuensi pengiriman di bulan Februari mencapai 10 kali dnegan jumlah 2.561,2 kilogram komoditas non hidup, nila ekspor ke Jepang mencapai US$ 10.285 kemudian ke Singapura telah dilakukan 15 kali pengiriman dengan jumlah sebanyak 2.147 kg.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




