Overkapasitas Industri Semen, Indocement Tahan Ekspansi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Overkapasitas Industri Semen, Indocement Tahan Ekspansi

Jumat, 26 Maret 2021 | 12:41 WIB
Oleh : Gita Rossiana, Eva Fitriani / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) tidak akan membangun pabrik baru tahun ini, meskipun telah mengantongi izin untuk mendirikan pabrik di Pati, Jawa Tengah. Sementara itu, perseroan meminta pemerintah untuk menghentikan sementara pemberian izin investasi baru, karena industri semen nasional mengalami kelebihan kapasitas (overcapacity) hingga 46%.

Presiden Direktur Indocement Tunggal Prakarsa Christian Kartawijaya menjelaskan, ekspansi perseroan sangat bergantung pada perkembangan pasar, baik suplai maupun konsumsi. Karena itu, dalam 3-4 tahun ke depan, perseroan akan memantau kondisi pasar terlebih dahulu. “Sehingga sekitar 5-7 tahun lagi kami baru siap untuk membangun pabrik baru," kata dia saat company visit ke Berita Satu Media Holdings secara virtual, Kamis (25/3/2021).

Christian menegaskan, dari sisi suplai, kapasitas semen nasional mencapai 115 juta ton pada 2020 dari 16 perusahaan semen di Indonesia. Kapasitas itu, menurut dia, melebihi konsumsi semen yang hanya mencapai 62,5 juta ton, sehingga terjadi kelebihan kapasitas 52,5 juta ton pada 2020.

Tahun ini, industri semen masih mengalami kelebihan kapasitas. Sebab, konsumsi semen hanya bertumbuh 238 kg/kapita atau menjadi 65 juta ton pada 2021. Di samping itu, terdapat pula dua pemain baru, yakni Hongshi Cement dan Semen Grobogan yang tentunya menambah kapasitas semen di Indonesia menjadi 120 juta ton.

“Sekarang, pabrik semen tengah berjuang dan melakukan efisiensi yang luar biasa. Kami approach ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) agar jangan membuka izin baru, karena industri semen sudah oversupply,” jelas Christian.

Lebih lanjut dia mengatakan, kehadiran dua pabrik semen itu menambah persaingan di daerah Jember, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Kondisi ini akan menekan marjin pelaku industri semen dari yang sebelumnya bisa mencapai 30% menjadi 15%.

"Ini menjadi tidak sehat, sehingga kami menanyakan kepada regulator, mengapa ada izin baru. Kami juga punya izin di Pati, namun belum kami bangun karena oversupply," tutur dia.

Sejauh ini, Indocement sebagai salah satu pemimpin pasar bisa sedikit bertahan. Pasalnya, Indocement sudah memiliki merek yang kuat, sehingga utilisasi pabrik bisa ditingkatkan berkisar 66-65%, lebih tinggi dari rata-rata industri 54%. Dilihat dari peta industri, Indocement juga cukup mendapat tempat di industri semen Indonesia.

Christian menjelaskan, dari segi kapasitas semen nasional, Indocement menguasai 21% pasar nasional. Sementara pesaing Indocement, yakni PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), menguasai 44%. Dari segi wilayah, lanjut dia, Indocement menguasai pasar di Jawa Barat dengan pangsa pasar 49%, dan di Kalimantan 46%. Di kedua daerah tersebut, Indocement memiliki pabrik sendiri, yakni di kawasan Citeureup, Cirebon, dan Kalimantan Selatan. Namun dari sisi ekspor, perseroan belum bisa menyaingi pesaingnya, yakni Semen Indonesia. Pasalnya, perseroan tidak memiliki pabrik yang berdekatan dengan pelabuhan.

Christian menyebutkan, dari total 9,3 juta ton ekspor semen nasional pada 2020, Indocement hanya mengekspor 200.000 ton ke Brunei Darussalam. Tahun ini, Indocement memperkirakan penjualan semen bisa bertumbuh 5-8%. Penopang pertumbuhan itu datang dari proyek infrastruktur yang dananya bertambah 38%. Selain itu, penjualan juga ditopang oleh kebijakan Bank Indonesia yang merelaksasi kebijakan suku bunga untuk pembiayaan rumah.

Ke depan, hal yang menjadi fokus dari Indocement adalah pengembangan semen hidraulik atau semen ramah lingkungan. Semen ini bisa menjadi alternatif penggunaan semen curah di masa depan. Dia menerangkan, kelebihan dari penggunaan semen ini adalah bisa menghemat penggunaan sumber daya mineral, bahan bakar, dan energi. Semen ini juga memiliki tingkat modulus elastisitas yang lebih tinggi, sehingga bisa mengurangi risiko retak akibat penyusutan dan pemuaian.

Christian menekankan, hal lain yang menjadi fokus Indocement adalah bisa mengurangi emisi debu dalam pemrosesan semen. Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan bag filter untuk menggantikan electrostatic precipitators. "Kami menggunakan bag filter sejak 2015 dengan tingkat rata-rata emisi debu 40 mg/Nm3. Target kami di 2025 menjadi 10mg/Nm3," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Widodo Santoso mengatakan, penjualan semen dalam negeri pada Februari 2021 mencapai 4,63 juta ton atau tumbuh 0,8% dibandingkan bulan sama tahun lalu. Jika ditambah dengan ekspor, penjualan semen pada Februari 2021 mencapai 5,73 ton atau tumbuh 14% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Ekspor semen pada Februari 2021 ini mencapai 1,1 juta ton atau tumbuh 240% dibandingkan bulan sama tahun lalu 0,45 juta ton. Negara tujuan ekspor semen utama adalah Bangladesh, Tiongkok, Australia, dan Filipina.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Properti Mulai Bangkit, Synthesis Development Luncurkan Mattlig

PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) menghadirkan Mattlig, tipe rumah tapak terbaru di kawasan residensial Synthesis Huis.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Menteri Basuki: Pembangunan IKN Bergantung Kesiapan APBN

Menurut Basuki, pembangunan tahap awal Ibu Kota Negara (IKN) semuanya dengan menggunakan APBN.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Gapensi Optimistis Industri Jasa Konstruksi Kembali Bergairah

Mukernas Gapensi 2022 diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha industri jasa konstruksi nasional untuk bangkit.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Menteri Basuki Pastikan Pemberian Relaksasi Kebijakan Konstruksi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan akan memberikan relaksasi terkait izin berusaha berbasis risiko di sektor usaha jasa konstruksi.

EKONOMI | 22 Januari 2022

PUPR Terapkan Teknologi 3D Printing Bangun Rumah Khusus

Kementerian PUPR bakal memanfaatkan metode digital teknologi 3D Printing dalam pembangunan rumah khusus.  

EKONOMI | 22 Januari 2022

Kemenkominfo Siapkan 5G Experience Selama MotoGP Mandalika

Pemerintah bakal menyiapkan jaringan 4G dan 5G experience selama ajang MotoGP Mandalika 2022 berlangsung.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Tekan Ongkos Kirim, Olaif Akan Buka Gudang di Surabaya

Olaif akan membuka gudang di Surubaya sehingga konsumen bisa mendapatkan produk lebih cepat dengan harga terjangkau.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Astronacci Ajak Traders Gapai Kebebasan Finansial

CEO Astronacci International Gema Goeyardi mengatakan, trading perlu komitmen dan disiplin sehingga terlihat hasilnya.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Tokocrypto Bakal Bangun Pusat Informasi Investasi Kripto di Empat Kota

Tokocrypto berencana membangun pusat informasi investasi kripto di empat kota, yaitu Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Manado.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Bank BJB dan Pertamina Retail Kerja Sama Kembangkan Pertashop

PT Pertamina Retail dan Bank BJB berkomitmen mengembangkan kerja sama bisnis antara lain digitalisasi payment serta Pertashop.

EKONOMI | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Gempa Sulut


# Air Tanah


# Pasien Omicron Meninggal


# OTT KPK


# Kripto



TERKINI
Pembatasan Diberlakukan, PM Selandia Baru Terpaksa Batalkan Pernikahan

Pembatasan Diberlakukan, PM Selandia Baru Terpaksa Batalkan Pernikahan

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings