Panitia Munas Kurang Peka, Sejumlah Ketua Umum Kadin Daerah Kecewa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Panitia Munas Kurang Peka, Sejumlah Ketua Umum Kadin Daerah Kecewa

Minggu, 20 Juni 2021 | 07:52 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) daerah kecewa terhadap panitia Munas VIII Kadin Indonesia.

Hal ini menyusul imbauan mereka agar Munas Kadin VIII ditunda, tetapi tidak ditanggapi. Padahal permintaan mereka sejalan dengan aturan pemerintah, agar semua hajatan yang berpotensi membuat kerumunan harus ditunda, akibat pandemi Covid-19 makin ganas di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagaimana diketahui, semula Munas Kadin VIII berlangsung 2-4 Juni di Nusa Dua Bali. Namun, karena alasan Covid-19 meningkat diundur dan dipindahkan ke Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Juni.

Saat ini, kasus baru Covid-19 makin naik, sehingga sejumlah ketua umum Kadin daerah melayangkan surat ke panitia agar munas ditunda.

"Panitia cq Ketum Kadin Indonesia mesti peka dan tanggap. Penyebaran Covid-19 makin tinggi, dan mengkhawatirkan. Munas Kadin akan melibatkan peserta sekitar 500 orang, pasti terjadi kerumunan. Sudah seyogyanya Munas Kadin ditunda. Kita harus patuh kepada aturan pemerintah. Kesehatan paling utama," kata Ketua Kadin Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/6/2021).

Jawa Timur termasuk Kadin daerah yang melayangkan surat permohonan munas mundur. Kadin lainnya, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Barat, Riau, dan Papua Barat. Sementara yang lain sudah menyampaikan secara lisan dan akan segera berkirim surat juga, seperti Kadin Sumatera Utara.

Meningkat
Menurut Ketua Kadin Papua, Immnauel Yenu, penundaan munas masuk akal. "Ketika munas ditunda dan pindah dari Nusa Dua, Bali ke Kendari, kan karena Covid-19. Sekarang ini Covid-19 makin meningkat, jadi wajar, bila munas kembali ditunda. Kadin harus memberi contoh, dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19, seperti harapan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Pak Luhut Panjaitan," kata Immanuel.

Kadin Jawa Barat juga ikut kecewa karena seruan para Kadin daerah agar munas ditunda diabaikan. "Permintaan penundaan munas itu bukan kemauan saya pribadi, tetapi hasil rapat pengurus Kadin Jawa Barat. Alasannya sederhana, munas Kadin berpotensi membuat kerumunan, itu berpotensi juga menjadi klaster baru Covid-19," kata Cucu Sutara, Ketua Kadin Jabar.

Ketua Kadin Gorontalo, Muhalim Djafar Lity, juga senada. "Sangat berbahaya munas dilangsungkan di Kendari, 30 Juni. Berbahaya untuk kesehatan para peserta, dan juga berbahaya bagi masyarakat Kendari. Covid-19 varian baru yang berkembang sekarang ini mudah menyebar dan lebih ganas, nyawa taruhannya," kata Muhalim.

Sebelumnya Ketua Kadin Jawa Tengah, Kukrit Wicaksono, ikut mendukung agar munas ditunda. "Kalau saya bukan soal tempatnya. Namun, lebih kepada momennya tidak tepat menggelar munas, saat Covid-19 mengganas, seperti saat ini. Lebih baik tunda cari waktu yang pas. Kadin mesti menunjukkan profesionalitasnya," ujar Kukrit.

Posisi
Kasus Covid-19 di Kendari meningkat hingga 4.703 kasus."Iya posisi kemarin ada 55 kasus, padahal tiga minggu lalu sempat hanya empat kasus. Meningkat drastis," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Rahmaningrum, Sabtu.

Di tempat terpisah epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono, mengatakan. dalam kurun waktu satu hingga empat minggu ke depan, Indonesia bisa kolaps jika pemerintah tidak segera menarik rem darurat.

"Kasis Covid sekarang bahayanya luar biasa, sudah kasusnya tinggi ada varian baru. Menarik rem darurat bahkan lockdown, perlu dilakukan pemerintah," ujarnya.

Ketua Umum Kadin Sumatera Utara, Ivan Batubara, juga sependapat munas Kadin mesti ditunda. "Pengurus Kadin Sumut akan segera melakukan rapat, untuk menentukan sikap. Bila semua nanti pengurus sepakat, maka kita secara resmi akan mengirim surat ke panitia untuk minta munas ditunda," pungkas Ivan.

Ketua Penyelenggara Munas VIII, Adisatrya Sulisto, mengaku menerima sejumlah surat dari Kadin daerah. "Saya tidak tahu persis jumlahnya, memang ada surat dari beberapa asosiasi dan Kadin daerah yang minta munas ditunda. Dari rapat panitia dengan Pak Rosan Roeslani (Ketua Umum Kadin), Rabu (16/6/2021), diputuskan persiapan jalan terus, sambil memantau perkembangan," papar Adi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bitcoin Disebut Akan Jadi Mata Uang Digital Global, Ternyata Ini 3 Kelemahannya

Bitcoin tidak berfungsi dengan baik sebagai mata uang.

EKONOMI | 20 Juni 2021

Di Tengah Masa Pandemi Covid-19, Serapan Tenaga Kerja Industri TPT Terus Meningkat

Kinerja ekspor dari industri tekstil dan produk tekstil (TPT) tercatat sebesar US$ 10,55 miliar pada tahun 2020.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Kemperin Fokus Genjot Daya Saing dan Ekspor IKM Makanan dan Minuman

Kemperin terus dukung IKM dalam meningkatkan kualitas serta membangun branding.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Airlangga: Industri Unggas Rakyat Serap 2 Juta Tenaga Kerja

Airlangga menegaskan pentingnya peran industri unggas rakyat bagi perekonomian Indonesia.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Yenny Wahid Prakarsai Pembahasan Halal atau Haram Uang Kripto

Uang kripto (cryptocurrency) masih menjadi perdebatan di kalangan umat muslim Indonesia.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Ayda Ajak Desainer Muda Asia Ciptakan Desain Praktis Berdampak Sosial

Asia Young Designer Awards (AYDA) yang diselenggarakan oleh Nippon Paint melanjutkan misinya untuk memberdayakan dan mendorong para desainer muda.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Saumata Suites Jadwalkan Serah Terima Unit Akhir Juni 2021

Apartemen Saumata Suites dijadwalkan melakukan serah terima unit kepada pembeli pada 30 Juni 2021.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Kagum dengan Alumni Prakerja Penyandang Disabilitas, Airlangga Minta BNI untuk Berikan KUR

Airlangga Hartarto memberi apresiasi kepada salah satu alumni prakerja yang juga menyandang disabilitas atas kegigihannya mengikuti program tersebut.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Menteri BUMN Harapkan Identitas Baru Telkomsel Jadi Simbol Transformasi

Menteri BUMN Erick Thohir berharap pergantian identitas Telkomsel dengan yang baru menjadi simbol transformasi untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

EKONOMI | 19 Juni 2021

Avialiani: Holding Ultra Mikro Dibutuhkan UMKM

Proporsi pembiayaan UMKM terhadap total kredit perbankan baru sekitar 19,97 persen.

EKONOMI | 19 Juni 2021


TAG POPULER

# Ahmad Riza Patria


# Vaksin Pfizer


# Vaksin Nusantara


# Greysia Polii


# Lion Air



TERKINI

Indonesia Kembali Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna dari Amerika

KESEHATAN | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS