29 Juli, Bukalapak IPO Dengan Kode Emiten BUKA
Kamis, 24 Juni 2021 | 12:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Bukalapak segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 29 Juli 2021 mendatang. Perusahaan e-commerce ini akan menggunakan kode saham BUKA pada IPO nanti.
Berdasarkan dokumen mini ekspos BEI, disebutkan bahwa Bukalapak pertama kali melakukan registrasi IPO ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2021. Penawaran saham dilakukan pada 23-27 Juli 2021, dan listing di BEI pada 29 Juli 2021.
Bukalapak menggandeng Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas sebagai joint lead managing underwriter, serta UBS Sekuritas Indonesia sebagai domestic underwriter. Selain itu, Bukalapak juga menggandeng UBS dan BofA Securities sebagai joint global coordinators, serta UBS, BofA Securities, dan Mandiri Sekuritas sebagai joint bookrunners.
Pada IPO nanti, Bukalapak akan melepas sebanyak-banyaknya 25% dari total modal yang disetor dan ditempatkan, dimana jumlah tersebut termasuk employee stock allocation (ESA) maksimal 0,1%. Bukalapak juga akan menawarkan opsi management and employee stock option (MESOP) sebanyak-banyaknya 4,91% dari total penawaran dan modal disetor.
Terkait kinerja keuangan, Bukalapak tercatat masih mengalami kerugian sepanjang tahun 2020 sebesar Rp 1,34 triliun. Namun angka tersebut turun 51,73% dibanding 2019, yang mencapai Rp 2,79 triliun. Adapun pendapatan bersih perusahaan naik 25,55% menjadi sebesar Rp 1,35 triliun dari tahun sebelumnya senilai Rp 1,07 triliun. Sementara kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun dibanding 2019 sebesar Rp 2,84 triliun.
Perusahaan juga mencatatkan penurunan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 1,51 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,49 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun. Liabilitas Bukalapak sebesar Rp 985,82 miliar dan ekuitas Rp 1,60 triliun. Adapun total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 2,59 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.
Sementara itu, VP of Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu enggan memberikan konfirmasi kebenaran atas dokumen yang bocor ke publik tersebut. "Kami senantiasa mengeksplorasi kesempatan bagi perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang secara finansial. Namun untuk saat ini, kami belum membuat keputusan apa pun," kata dia kepada Investor Daily, Kamis (24/6/2021).
Saat ini kata dia, Bukalapak fokus mencari strategi tepat untuk menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi para partner dan pengguna untuk waktu mendatang.
Sebelumnya BEI menyebut sudah ada perusahaan e-commerce Indonesia yang telah mendaftarkan diri untuk IPO. "Terkait dengan informasi mengenai adanya e-commerce dalam pipeline, memang benar terdapat e-commerce yang telah menyampaikan dokumen. Untuk nama calon perusahaan tercatat, bursa belum dapat menyampaikan," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.
Menurut dia, informasi mengenai nama calon perusahaan tercatat atau emiten di bursa baru dapat disampaikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik. "Ini sesuai dengan ketentuan OJK dalam Peraturan Nomor IX.A.2," pungkasnya.
Seperti diberitakan Dealstreet Asia sebelumnya, Bukalapak makin mantap untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham Indonesia. Bahkan, Bukalapak menargetkan bisa meraih dana sebesar US$ 300 juta dari aksi IPO saham tersebut.
Bukalapak juga sudah melengkapi daftar investor yang akan mendukung perkembangan bisnisnya ke depan. Adapun, investor papan atas lain yang sempat menyuntikan investasi ke Bukalapak, antara lain Ant Group yang dikendalikan Jack Ma, Government of Singapore Investment Corporation (GIC), Naver Corp, dan Standard Chartered. Berdasarkan data CB Insights, Bukalapak memiliki valuasi US$ 3,5 miliar.
Seperti diketahui, Bukalapak didirikan pada 2010 dan telah masuk kelompok perusahaan rintisan teknologi dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau disebut unicorn. Sebagai marketplace, Bukalapak telah menjaring 13,5 juta penjual online dan 100 juta pengguna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




