Desakan Pembatalan Munas Kadin karena Pertimbangan Kesehatan
Minggu, 27 Juni 2021 | 12:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pembatalan Musyawarah Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia VIII yang dijadwalkan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Rabu (30/6/2021) menguat menyusul kasus Covid-19 di Indonesia yang pada Sabtu (26/6/2021) mencetak rekor tembus 21.095. Apalagi pemerintah sudah memberlakukan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.
Ketua Organizing Commite (OC) Munas Kadin VIII Dyah Anita Prihapsari mengatakan, meski sudah dijawalkan, seharusnya pelaksaanaan Munas Kadin disesuaikan dengan kondisi terkini. "Melihat perkembangan kasus, kami menolak dengan pertimbangan kesehatan," kata wanita yang akrab disapa Nita Yudi ini saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (27/6/2021).
Nita mengatakan Satgas Covid-19 dan pemerintah daerah (pemda) perlu menyikapi kenaikan kasus Covid-19. Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) Pusat ini tidak ingin pelaksanaan Munas Kadin berdampak tidak bagus pada aspek kesehatan. "Bagaimana kalau pemerintah lakukan lockdown, apa tetap dilaksanakan?" kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pemberdayaan Perempuan ini.
Sebelumnya Satgas Covid-19 diminta segera mengeluarkan rekomendasi agar rencana penyelenggaraan Kadin Indonesia di Kendari pada 30 Juni mendatang dibatalkan menyusul terus meningkatnya kasus Covid-19 di Tanah Air. Permintaan tersebut disampaikan epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Riris Andono Ahmad, kepada Beritasatu.com. "Seharusnya tegas demikian, Satgas Covid-19 merekomendasikan agar Munas Kadin tidak jadi digelar," ujarnya.
Penyebaran Covid-19 di Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya Kota Kendari, terus melonjak. Satgas Covid-19 Sultra, Sabtu (26/6/2021) mencatat ada 63 kasus baru, 46 orang di antaranya di Kendari, sehingga jumlah totalnya mencapai 11.136 orang. Wali Kota Kendari, Sulkarnain, dikabarkan juga terpapar Covid-19.
Seperti diberitakan, saat ini terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan kursi ketua umum Kadin Indonesia. Mereka adalah Arsjad Rasjid dan Anindya Bakrie. Kedua kandidat akan memperebutkan 132 total suara, terdiri atas 30 suara dari asosiasi selaku anggota luar biasa (ALB) Kadin Indonesia, dan 102 suara dari kadin daerah (kadinda) yang tersebar di 34 provinsi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




