IPO Terbesar di Indonesia, Saham Bukalapak Oversubcribed 8,7 Kali
Jumat, 6 Agustus 2021 | 09:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com– Penawaran umum saham perdana (initial pubic offering/IPO) PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melalui metode pooling mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 8,7 kali lipat, dengan pemesanan dari hampir 100.000 investor. Adapun, Bukalapak tercatat resmi listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Jumat (6/8/2021).
"Bukalapak berhasil melalui proses IPO ini dan diterima dengan amat baik oleh para investor domestik dan internasional. Tercatat bahwa penawaran saham Bukalapak (melalui metode pooling) mengalami kelebihan permintaan sekitar 8,7 kali lipat, dengan pemesanan dari hampir 100.000 investor," ujar Plt Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek (joint lead managing underwriters) IPO Bukalapak, dalam keterangan tertulis, Jumat (6/8.2021).
Direktur Utama Bukalapak.com Rachmat Kaimuddin menuturkan, walaupun IPO Bukalapak dilakukan di tengah pandemi Covid-19, minat terhadap saham Bukalapak tetap tinggi. Hal ini mencerminkan kepercayaan terhadap Bukalapak, perusahaan yang berfokus kepada pemberdayaan UMKM yang merupakan penggerak utama ekonomi Indonesia serta kunci potensi ekonomi Indonesia. "Melalui IPO ini, kami di Bukalapak percaya bahwa kami dapat mendorong pertumbuhan UMKM ke tingkatan selanjutnya," katanya.
Sesuai ketentuan dalam penawaran umum perdana saham, Bukalapak menawarkan 25.765.504.800 lembar saham dengan harga penawaran sebesar Rp 850 setiap sahamnya. Dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini, sekitar Rp 21,9 triliun, akan digunakan untuk modal kerja Bukalapak dan anak-anak usahanya guna melakukan investasi di beragam produk dan laganan untuk meningkatkan kinerja, profitabilitas, serta keberlangsungan.
Sebelumnya, Bukalapak telah menyelesaikan proses penawaran awal (bookbuilding) dan roadshow pada 9-19 Juli 2021 serta penawaran umum pada 27-30 Juli 2021. Sebagai hasil dari antusiasme yang besar dari para investor umum, tercatat jumlah pemesanan yang tinggi (melalui metode pooling allotment), mencapai sekitar Rp 1,8 triliun. Bukalapak telah menambah porsi pooling allotment bagi investor retail dari semula 2,5% ke 5% dari total pemesanan yang tersedia. Oleh karena itu, nilai dari saham yang dialokasikan untuk porsi pooling allotment bagi investor retail naik dari yang sebelumnga Rp 547,5 miliar menjadi sekitar Rp 1,1 triliun.
Head of Global Banking for Southeast Asia and India, UBS Nicolo Magni mengatakan, pihaknya bangga dapat mendukung Bukalapak dalam IPO yang bersejarah ini. IPO Bukalapak sebesar US$ 1,5 miliar adalah yang terbesar sepanjang sejarah pasar modal Indonesia, sekaligus pencatatan perdana saham pertama oleh unicorn teknologi di bursa efek di Asia Tenggara. Dukungan yang sangat besar dari bluechip global dan investor regional dan domestik adalah bukti peran Bukalapak dalam mengantarkan usaha mikro, kecil, dan sedang ke era digital baru untuk dapat membantu merealisasikan potensi ekonomi negara.
"IPO ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi Asia Tenggara dapat mencapai valuasi premium untuk bertumbuh dengan permintaan yang signifikan serta menciptakan platform bagi perusahaan-perusahaan lain agar bisa memiliki penawaran yang besar dan sukses untuk dicatatkan di BEI atau bursa efek regional lainnya," ungkapnya.
Sementara Direktur Utama BEI lnarno Djajadi mengatakan, momen ini merupakan sebuah tonggak sejarah dan era baru bagi BEI, di mana untuk pertama kalinya sebuah perusahaan startup teknologi unicorn secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Selain itu, dengan jumlah dana yang berhasil dikumpulkan sebesar Rp 21,9 triliun, menjadikan IPO Bukalapak sebagai yang terbesar dalam sejarah bursa saham di Indonesia. "Kami berharap langkah Bukalapak ini akan diikuti oleh perusahaan-perusahaan teknologi lain guna semakin meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia," ujar lnarno.
Bukalapak menunjuk UBS AG Singapore Branch dan Merrill Lgnch (Singapore) Pte. Ltd sebagai koordinator global gabungan dan agen penjual lnternasional (joint global coordinators and international selling agents) untuk memasarkan IPO pada investor. Sementara itu, PT Mandiri Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Adapun penjamin emisi efek adalah PT UBS Sekuritas Indonesia, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT Ciptadana Sekuritas Asia, PT lnvestindo Nusantara Sekuritas, PT Lotus Andalan Sekuritas, PT Panin Sekuritas Tbk, PT Philip Sekuritas Indonesia, PT Samuel Sekuritas Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas, PT Sucor Sekuritas, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, PT Valburg Sekuritas Indonesia, PT Victoria Sekuritas Indonesia, PT Wanteg Sekuritas, dan PT Yuanta Sekuritas Indonesia.
Sebagai gambaran, rekor IPO di BEI sebelumnya dipegang PT Adaro Energi Tbk (ADRO) senilai Rp 12,2 triliun pada 2008.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




