Bank Mandiri Cermati Meningkatnya Risiko Digital Fraud di Masa Pandemi
Jumat, 24 September 2021 | 14:10 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi mengungkapkan, meningkatnya transaksi digital selama masa pandemi berbanding lurus dengan tingginya jumlah ancaman keamanan siber yang didominasi oleh malware, aktivitas trojan dan kebocoran informasi.
"Fraud menyerang seluruh pelaku digital tanpa kecuali, mulai dari nasabah, merchant, payment gateway, hingga institusi keuangan," ungkap Darmawan dalam webinar "Penegakan Hukum di Sektor Jasa Keuangan" yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Jumat (24/9/2021).
Darmawan menjelaskan, dari data yang dihimpun Bank Mandiri, fraud meningkat secara signifikan sejak ekonomi melemah. Misalnya di segmen e-commerce yang meningkat 83%, sektor layanan keuangan meningkat 60%, lalu di bidang perkreditan meningkat 40%.
Selain itu, banyaknya data pribadi yang bocor membuat modus fraud semakin berkembang. Fraudster atau orang yang melakukan fraud menggunakan informasi sensitif ini untuk melakukan account takeover dan membuat akun baru.
"Data menunjukkan, modus account takeover ini meningkat 75% secara year-on-year, dan satu dari tujuh account baru kami mengidentifikasi itu adalah penipuan," jelasnya.
Menurut Darmawan, dibutuhkan dukungan proses dan teknologi untuk memitigasi risiko dalam transaksi digital dan cyber.
"Tentunya kita tidak ingin fraudster memanfaatkan digital channel dalam melakukan kegiatan fraud, sehingga kita perlu melakukan berbagai teknik-teknik untuk menahan dan memblok," kata Darmawan.
Ia mengungkapkan, fraudster juga memanfaatkan kondisi ekonomi yang sedang melemah. Karena sedang menghadapi kesulitan ekonomi, banyak pelaku-pelaku baru dalam hal penipuan.
"Dalam situasi ekonomi seperti sekarang ini, stres dan ketakutan konsumen dapat menyebabkan tingkat keberhasilan fraudster dalam melakukan pencurian data informasi pribadi menjadi lebih tinggi. Kita sering mendengar juga banyak sekali masyarakat yang secara sukarela memberikan datanya, ternyata itu dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan dilakukan secara ilegal," tandas Darmawan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




