ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keunikan GoTo Sulit Ditiru Perusahaan Lain

Kamis, 31 Maret 2022 | 17:28 WIB
NF
FB
Penulis: Nabil Syarifudin Al Faruq | Editor: FMB
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto).
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Goto). (Dok )

Jakarta, Beritasatu.com — PT GoTo Gojek Tokopedia disinyalir akan meningkatkan sektor teknologi ke depan. Di samping itu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga akan ikut terdorong. Tahun ini, IHSG diprediksi mencapai 7.400.

Equity Reasearch BNI Sekuritas Aurelia Setiabudi mengatakan, calon emiten GoTo memiliki bisnis yang sangat luas, seperti layanan on-demand Gojek dan e-commerce Tokopedia, serta finansial Gopay. Ketiga bisnis ini dinilai memiliki kinerja yang baik ke depan.

"GoTo memiliki bisnis yang menjanjikan. Sebagaimana diketahui, Gojek merupakan market leader, jadi kalau pemain luar mau masuk ke Indonesia akan sulit sekali. Indonesia adalah market internet ekonomi terbesar di ASEAN. Itu yang membuat pasar memberikan harga premium," ujar Aurelia dalam acara media gathering BNI Sekuritas Market Outlook kuartal II-2022, Kamis (31/3/2022).

Kemudian, Tokopedia juga merupakan leader di segmen e-commerce. Tokopedia memiliki kinerja yang sangat baik. Aurelia memperkirakan dalam waktu dekat perusahaan bisa profitable. "Kalau kita lihat e-commerce juga menjadi salah satu segmen yang diminati karena dari segi market size paling besar," ujar dia.

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Keren! Raih Izin OJK, GoTo Tetapkan Harga IPO Rp 338

Adapun GoTo Financial juga menjadi penopang pertumbuhan GoTo, di mana potensi masyrakat yang belum memiliki akses keuangan sangat besar. Teknologi GoTo Financial ini dinilai akan membuka akses keuangan untuk masyarakat.

"Keseluruhan yang dimiliki GoTo ini menciptakan satu keunikan yang sulit untuk direplikasi atau disaingi oleh pemain lain. Jadi saya lihat memang GoTo ini menjadi daya tarik di sektor teknologi oleh sebab itu akan memberikan sentimen yang positif terhadap IHSG," ujar dia.

Sebagai informasi, indikasi dari market cap GoTo saat ini di sekitar Rp 380 triliun atau sekitar 5% dari market cap. Dengan weighting sektor teknologi sebesar 5%, ketika GoTo melantai di bursa maka sektor teknologi akan naik dari 5% menjadi 10%.

"Ini salah satu katalis juga sebenarnya buat Indonesia karena kalau melihat negara maju seperti Korea, US dan Tiongkok, porsi sektor teknologi mereka tinggi. Investor selalu mencari growth yang lebih tinggi yaitu di sektor teknologi. Sementara bisnis konvensional kan pertumbuhannya terbatas," ujar dia.

GoTo dinilai memiliki potensi mencapai jajaran market cap di jajaran posisi atas apabila melantai di bursa. Adapun 5 market cap teratas saat ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Astra International Tbk (ASII).

Adapun prospek IPO pada kuartal II-2022 diperkirakan akan marak, seiring dengan antusiasme investor terhadap calon-calon emiten yang akan melantai di bursa. Sebagaimana diketahui, GoTo, WIR Asia dan RS Murni disebutkan akan melantai kuartal II-2022. 



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Potongan Platform Ojol 8 Persen: Siapa Untung dan Buntung?

Potongan Platform Ojol 8 Persen: Siapa Untung dan Buntung?

EKONOMI
Saham GOTO Anjlok 5,56 Persen Tertekan Isu Komisi Platform 8 Persen

Saham GOTO Anjlok 5,56 Persen Tertekan Isu Komisi Platform 8 Persen

EKONOMI
Kantornya Digeledah Kejagung Terkait Kasus Chromebook, Ini Reaksi GoTo

Kantornya Digeledah Kejagung Terkait Kasus Chromebook, Ini Reaksi GoTo

NASIONAL
Seusai Geledah GOTO, Kejagung Siap Periksa Lagi Nadiem pada 15 Juli

Seusai Geledah GOTO, Kejagung Siap Periksa Lagi Nadiem pada 15 Juli

NASIONAL
Kejagung Geledah Kantor GOTO Terkait Kasus Chromebook, Ini yang Disita

Kejagung Geledah Kantor GOTO Terkait Kasus Chromebook, Ini yang Disita

NASIONAL
GoTo Bakal Buyback Saham Besar-besaran Capai Rp 3,3 Triliun

GoTo Bakal Buyback Saham Besar-besaran Capai Rp 3,3 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon