Simak! Solusi Bangun Sisihkan 30% dari Laba untuk Dividen
Jumat, 8 April 2022 | 17:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Emiten semen, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI mengalokasikan 30% dari laba bersih 2021 yang tercatat sebesar Rp 720,93 miliar sebagai dividen tunai. Dengan ini, anak usaha PT Semen Indonesia Group Tbk (SMGR) ini akan membagikan Rp 216,27 miliar atau Rp 23,97 per saham.
"Sisanya 70% laba bersih digunakan untuk pembiayaan kegiatan operasional," kata Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia Lilik Unggul Raharjo usai RUPST Perseroan, Jumat (8/4/2022).
Baca Juga: Penjualan Semen Naik, Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat 200%
Terkait kinerja tahun 2022, ia menilai masih bisa mencatatkan kenaikan baik dari segi pendapatan hingga laba bersih di tengah tantangan kenaikan harga bahan baku. "Tahun 2022 kita lihat ada perkembangan yang menggembirakan soal geliat ekonomi. Kita masih opimtistis untuk produksi dan memenui kebutuhan pasar dan penjualannya meningkat, walaupun tantangan cukup besar karena kenaikan harga batu bara, listrik, dan komoditas lainnya," ujarnya
Lebih lanjut, SMCB sambung Lilik menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) untuk kelangsungan operasional dan capex yang sifatnya strategis. Misalnya untuk pengembangan pelabuhan terminal khusus di Tuban, Jawa Timur guna keperluan ekspor ke pasar Amerika Serikat sebesar 500.000 DWT yang rampung akhir 2023.
"Lalu ada capex untuk menurunkan C02 menggunakan alternatif fuel dan digitalisasi. Apalagi bahan bakar cukup signifikan dengan ongkos produksi 30% sendiri. Dengan kenaikan batu bara yang signifikasi pada akhir 2021 kita mendorong untuk melakukan inovasi dalam efisiensi dan peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif," tambahnya.
Baca Juga: Terbitkan 1,38 Miliar Saham Baru, Solusi Bangun Indonesia Siap Rights Issue
Pada 2021, sinergi dengan SIG membantu SBI mencapai total volume penjualan semen dan terak sebesar 13,4 juta ton atau naik 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Membaiknya volume penjualan juga dialami bisnis beton jadi 1,1 juta m3 naik sebesar 25,4%, dan agregat tumbuh 48,7% menjadi 913.000 ton.
Alhasil, pendapatan tercapai Rp 11,2 triliun atau naik 10,9% dari Rp 10,1 triliun pada tahun 2020. Di mana, sinergi dengan SIG dan berbagai upaya efisiensi yang dilakukan oleh perseroan, membantu SBI menjaga kinerja positif dan mencatat peningkatan laba bersih menjadi sebesar Rp 721 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




