GOTO Geser Market Cap Telkom di Urutan 3
Senin, 11 April 2022 | 10:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapitalisasi pasar (market cap) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merangsek naik ke urutan ketiga mengeser PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Market cap GOTO mencapai Rp 461,9 triliun dengan harga Rp 390 per saham.
Sedangkan kapitalisasi pasar Telkom berada di urutan keempat senilai Rp 451,99 triliun dengan asumsi harga Rp 4.560 per saham. Posisi pertama tetap ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 964,46 triliun dan kedua PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 697,35 triliun.
Berkat listing perdana saham GOTO yang dibuka melesat dari harga penawaran Rp 338 menjadi Rp 400 berimbas terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tembus level tertinggi intraday sepanjang masa 7.355,30. Sedangkan level pergerakan IHSG berada di rentang 7.211,44-7.355,30. Tidak hanya itu investor asing merealisasikan pembelian bersih saham GOTO hingga Rp 220 miliar hingga pukul 09.30.
Baca Juga: 6 Fakta Menarik IPO GOTO
Sedangkan harga saham GOTO sendiri bergerak menguat dalam kisaran Rp 372-416 pada perdagangan intraday hari ini atau setelah listing perdana saham. Saham GOTO menjadi pilihan teratas yang diborong pemodal asing pagi hari ini, Senin (11/4/2022).
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas mematok target peningkatan pendapatan perseroan menjadi Rp 11,09 triliun pada 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 7,36 triliun. Sedangkan rugi bersih diprediksi turun dari perkiraan tahun 2021 senilai Rp 12,73 triliun menjadi Rp 11,74 triliun pada 2022.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 400. Target tersebut juga menggambarkan kuatnya bisnis perseroan dengan menguasai pangsa pasar terbesar di Indonesia.
"Perseroan juga memiliki sejumla mesin pertumbuhan kinerja keuangan ke depan setelah berhasil merger Gojek dengan Tokopedia untuk membentuk GoTo. Integrasi kedua platform tersebut menciptakan peningkatan GTV dengan order lebih besar dan pengeluarkan belanja konsumen lebih tinggi," ujar analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Tidak hanya itu, dia mengatakan, Gopay akan menjadi sumber pertumbuhan baru bagi perseroan ke depan. Sedangkan katalis diperkirakan dengan proyeksi rata-rata pertumbuhan GTV perseroan mencapai 30% sepanjang 2021-2025. Peningkatan didukung pertumbuhan order usai meredanya kasus Covid-19 di Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




