LPEM UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 5,04%-5,09%
Kamis, 4 Agustus 2022 | 20:29 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 akan berada di kisaran 5,04% sampai 5,09%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2022 diperkirakan 4,95% sampai 5,05%.
"Kami masih mengestimasi untuk keseluruhan tahun 2022 Indonesia masih mungkin untuk mencapai growth 5% walaupun ini juga besar kemungkinan kita bisa mencatatkan pertumbuhan kurang 5%," ucap Ekonom LPEM-FEB UI Teuku Riefky dalam konferensi pers secara virtual pada Kamis (4/8/2022).
Baca Juga: Airlangga: Pemerintah Jaga Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5%
Konsumsi rumah tangga kemungkinan besar akan tumbuh lebih besar pada kuartal II 2022 karena momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Pada saat bersamaan dengan pemulihan permintaan, kredit terus meningkat. Selain itu, seluruh komponen pengeluaran lainnya yaitu investasi dan ekspor mencatat pertumbuhan. "Walaupun tekanan inflasi meningkat, aktivitas ekonomi masih relatif resilien baik dari segi konsumsi maupun produksi," kata Riefky.
Dia memperkirakan tekanan inflasi masih berlanjut karena harga komoditas dan pangan menyusul ketegangan geopolitik yang telah memangkas prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Berbagai negara menunjukkan perkembangan ekonomi mengarah pada risiko stagflasi. Namun, LPEM FEB UI melihat bahwa kondisi suram ekonomi global tidak terlihat pada kondisi ekonomi domestik.
"Indonesia baru mengalami pemulihan ekonomi yang persisten tahun 2022. Pemulihan ekonomi Indonesia masih dalam tren peningkatan saat negara lain sudah mengalami pemulihan ekonomi yang relatif stagnan, ini menempatkan Indonesia di posisi yang memiliki risiko stagflasi yang relatif rendah," ucap Riefky.
Dia mengatakan ke depannya Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia agar bisa mengelola peningkatan inflasi sehingga tidak menggerus daya beli masyarakat. Selain itu, stabilitas nilai tukar rupiah perlu jadi perhatian yang berdampak pada bisnis dan produksi "Kita juga sudah lihat dari komponen impor itu sebagian besar berpengaruh langsung pada aktivitas produksi di dalam negeri," kata Riefky.
Baca Juga: Sri Mulyani Yakin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II di Atas 5%
Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 akan berada pada kisaran 4,8% sampai 5,3%. Pertumbuhan ekonomi tidak lagi bergantung ke APBN seperti saat awal pandemi Covid-19, tetapi kembali ke variabel utama yaitu konsumsi, investasi, dan ekspor.
"Dengan aktivitas yang masih sangat kuat kita akan lebih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal II masih akan sangat kuat di sekitar 4,8% hingga 5,3% dengan titiknya mungkin di sekitar 5%," ucap Sri Mulyani.
Dia mengatakan tren konsumsi meningkat sejalan dengan aktivitas masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




