Krisis Mengancam, Airlangga Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2%
Kamis, 25 Agustus 2022 | 18:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, di tengah berbagai tantangan global serta ancaman krisis pangan dan energi, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2022 bisa mencapai 5,2%. Sebelumnya di kuartal II 2022, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,44%, utamanya ditopang konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,51%.
Baca Juga: AKPI Kawal Pertumbuhan Ekonomi agar Pulih Lebih Cepat
"Banyak negara inflasinya sudah tinggi, termasuk Amerika Serikat. Indonesia relatif masih terjaga, sehingga pertumbuhan kita masih di 5,44%. Ini konsisten selama tiga kuartal, dan kami yakin di 2022 ini target APBN untuk tumbuh 5,2% selama kita bisa jaga kenaikan harga di energi, pertumbuhan ekonomi ini masih bisa kita jaga," kata Airlangga dalam acara Munas Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) 2022, Kamis (25/8/2022).
Terkait ancaman krisis energi, Airlangga mengatakan hal tersebut saat ini memang menjadi salah satu tantangan besar. APBN menurutnya juga tidak bisa terus menerus menjadi bantalan dari kenaikan harga energi.
"Harga energi sudah di atas yang dipersiapkan APBN. Tentu ini juga membawa bantalan APBN yang selama ini kita bisa menyerap untuk kenaikan harga, tentu ini tidak bisa terus menerus, jadi ini yang perlu ditindaklanjuti," kata Airlangga.
Ancaman krisis pangan juga menjadi perhatian pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi indeks harga konsumen (IHK) Juli 2022 tercatat sebesar 4,94% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 4,35% (yoy). Inflasi kelompok pangan bergejolak (volatile foods) tercatat sangat tinggi mencapai 11,47% (yoy), terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan global dan terganggunya pasokan. Inflasi kelompok harga diatur pemerintah (administered prices) juga meningkat menjadi 6,51% (yoy) sejalan dengan kenaikan angkutan udara dan harga BBM nonsubsidi. Sementara itu, inflasi inti masih relatif rendah sebesar 2,86% (yoy).
Baca Juga: Inflasi Bisa 7%-9% bila Harga Pertalite Rp 10.000 Per Liter
"Walaupun inflasi kita relatif rendah, 4,94%, tetapi inflasi pangan masih 11,47%. Ini menjadi alarm, harus dimonitor. Karena sebetulnya masalahnya antara bawang, kemudian telur, dan sembilan bahan pokok penting harus kita jaga. Dan 30 provinsi di Indonesia inflasinya di atas nasional," kata Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




