Sudah Investasi Triliunan, Telkom Ingin GOTO Segera Untung
Rabu, 12 Oktober 2022 | 13:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menginginkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus memperlihatkan performa kinerja positif. Permintaan itu disampaikan sehubungan dengan investasi jumbo Telkom di perusahaan rintisan tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2022, Telkom melalui anak usahanya Telkomsel telah mengucurkan dana sebesar Rp 9,2 triliun dan MDI Ventures sebesar Rp 1,03 triliun, sehingga total investasi Telkom di Goto mencapai Rp 10,2 triliun.
Dari investasi itu, Telkomsel pun berpotensi mengantongi keuntungan yang belum direalisasi sebesar Rp 305 miliar, sebaliknya MDI Ventures malah berpeluang menderita kerugian yang belum direalisasi sebesar Rp 5 miliar.
VP Corporate Communication Telkom Andri Herawan Sasoko mengungkapkan bahwa sebagai salah satu perusahaan yang berinvetasi di GOTO, Telkom tentu berharap GOTO dapat konsisten menunjukkan kinerja yang positif.
"Harapannya kinerja GOTO selalu lebih bagus. Harapannya selalu itu karena kita berinvestasi di GOTO. Jadi, secara kinerja harapannya akan terus membaik. Harapan kita pastinya seperti itu," ucap Andri kepada media, Selasa (11/10/2022).
Sebab menurut Andri, jika GOTO dapat memperbaiki kinerjanya dapat dipastikan akan berdampak pada pendapatan dan dividen Telkom. "Kalau kinerja membaik otomatis dividennya juga akan membaik. Revenue meningkat, dividennya juga pasti akan meningkat," tambahnya.
Andri menjelaskan bahwa investasi Telkom di GOTO merupakan bagian dari strategi jangka panjang Telkom yang diharapkan dari waktu ke waktu akan terus membaik sehingga dapat mendongkrak kinerja Telkom secara group.
"Kita berharap GOTO akan selalu membaik. Bisnis Telkom Group juga akan lebih terangkat lagi dengan strategi-strategi model seperti ini," ujar Andri.
Terpantau, pada perdagangan sesi I hari ini, Rabu (12/10) saham GOTO ditutup di harga Rp 220 per saham, melemah -8.00 poin atau 3,51%. Bahkan sepanjang September 2022 berjalan, penurunan saham GOTO telah mencapai 17,88% dari Rp 302 menjadi Rp 248. Hal ini memicu kapitalisasi pasar (market cap) saham GOTO tinggal Rp 293,72 triliun.
Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan bahwa investasi Telkom di GOTO bukan sekadar berorientasi untuk meraup profitabilitas, tetapi juga untuk menciptakan sinergi. Sebab, dengan sinergi justru akan dapat menciptakan value yang kuat.
"Jadi, ketika kita investasi di GOTO, itu ada sinergi. Jadi, satu hal penting bagi kita adalah sinergi. Baik sinergi dengan Telkom Group maupun sinegi dengan BUMN-BUMN lain. Itu selalu kita perhitungkan. Sementara bagi startup-nya juga bermanfaat karena bisa membantu mereka untuk tumbuh lebih cepat," pungkas Ririek.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
EKONOMIBERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




