Soal IPO Jasamarga Transjawa, JSMR Dekati Mitra Strategis
Senin, 14 November 2022 | 05:54 WIB
Denpasar, Beritasatu.com- PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) tengah menjajaki berbagai model penggalangan dana untuk memperkuat struktur modal perseroan. Terbaru, emiten jalan tol ini sedang mendekati investor potensial terkait status anak usahanya, PT Jasamarga Transjawa Tollroad (JTT) yang kini telah dilakukan pemisahan (spin off).
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana mengemukakan bahwa sampai saat ini JSMR belum bisa memastikan opsi pendanaan yang dipilih apakah dalam bentuk penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) atau bukan karena masih dalam pembahasan direksi, komisaris, dan Kementerian BUMN.
Jika IPO, perlu dilihat terlebih dahulu potensi pasarnya. Karena itu, proses cek pasar dan sosialisasi masih terus berjalan. JSMR juga terus intensif berdiskusi dengan para investor relation dan para analis.
"Bahkan, direksi kita lagi ikut rombongan bersama Kementerian BUMN untuk ngobrol sama investor potensial. Jadi, istilahnya kita lagi cek pasar. Mau akhirnya memilih IPO sebagai bentuk equity financing-nya atau apa, harus dilihat dulu. Jadi, saya nggak bisa mendahului bilang IPO, tetapi masih multifinancing," jelas Lisye menjawab Investor Daily, baru-baru ini.
Ia belum bisa menyebutkan investor potensial yang dimaksud lantaran lagi-lagi tak ingin mendahului. Namun yang pasti, bisnis PT Jasamarga Transjawa Tollroad ini menarik bagi para investor.
Berdasarkan data yang dihimpun Investor Daily, Divisi PT Jasamarga Transjawa Tollroad memiliki sebanyak empat segmen operasi jalan tol yang konsesinya dipegang Jasa Marga dan sembilan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) milik perseroan.
Ruas-ruas Tol Transjawa juga dinilai memiliki potensi trafik yang terus bertumbuh. Apalagi, dengan adanya pemisahan PT Jasamarga Transjawa Tollroad dari induk, Jasa Marga, Lisye menuturkan akan membuka ruang terciptanya nilai tambah secara optimal. Adapun, tujuan spin off PT Jasamarga Transjawa Tollroad tersebut untuk memperkuat struktur modal korporasi agar lebih sehat.
"Kita tahu, sekarang lagi ada pekerjaan beberapa proyek. Kita juga belajar dari beberapa tahun kemarin, ketika tol beroperasi, struktur utang proyek mulai dicatat. Lalu, dilihat secara model bisnis, proyek jalan tol itu ketika baru beroperasi, arus kasnya pasti menurun dan ketika proyeknya dikonsolidasikan nariknya lumayan. Kita mempersiapkan itu supaya nariknya nggak terlalu dalam sehingga ke depan tetap jadi sehat," beber Lisye.
Di samping JTT, anak usaha Jasa Marga lainnya yang santer direncanakan bakal melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah PT Jasa Marga Related Business (JMRB).
Lisye menjelaskan bahwa setiap anak usaha JSMR membuat perencanaan dan menyampaikan rencanan bisnisnya kepada holding termasuk rencana IPO Jasa Marga Related Businessini.
"Jadi IPO Jasa Marga Related Business itu sudah ada perbincangan. Namun rencana IPO ini tidak dalam waktu dekat karena butuh waktu untuk create growth story. Saat ini kan rest area sudah mulai ok, tol development juga ok, fiber optic juga sudah ok, tapi gara-gara pandemi Covid-19 rencana tersebut agak terganggu," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




