Iran Hentikan Seluruh Penerbangan Usai Serangan Israel
Sabtu, 14 Juni 2025 | 22:33 WIB
Istanbul, Beritasatu.com — Di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Israel, pemerintah Iran memutuskan untuk menghentikan seluruh aktivitas penerbangan di negaranya. Kebijakan ini diumumkan Sabtu (14/6/2025) waktu setempat sebagai langkah untuk menjamin keselamatan masyarakat sipil di tengah ancaman konflik bersenjata.
Menurut laporan kantor berita IRNA, larangan terbang ini diberlakukan secara menyeluruh dan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut dari otoritas terkait.
“Berdasarkan pengumuman dari Otoritas Penerbangan Sipil, semua penerbangan di seluruh bandara negara ini tidak akan dioperasikan hingga pemberitahuan lebih lanjut untuk melindungi keselamatan penumpang,” tulis IRNA, dilansir dari Antara, Sabtu (14/6/2025).
Langkah ini diambil menyusul pernyataan resmi dari Israel yang mengindikasikan rencana serangan lanjutan ke sejumlah target strategis di Teheran, ibu kota Iran. Sebelumnya, pada Jumat dini hari, Israel melancarkan serangan udara ke berbagai fasilitas penting di Iran, termasuk pusat pengembangan senjata nuklir dan rudal.
Serangan tersebut menewaskan lebih dari 104 orang, termasuk beberapa komandan Garda Revolusi (IRGC), sembilan ilmuwan nuklir, serta menyebabkan hampir 380 orang lainnya terluka.
Sebagai bentuk pembalasan, Iran meluncurkan rudal balistik yang menghantam beberapa wilayah di Israel. Serangan balasan ini menelan korban jiwa sebanyak tiga orang dan mencederai lebih dari 170 orang lainnya, menurut laporan terakhir.
Situasi yang terus memburuk ini membuat banyak negara menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri dan segera mencari jalur diplomasi guna menghindari eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




